7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Mengonsumsi Pil Diet. (Source: Shutterstock)
Dream - Ketika ingin menurunkan berat badan, banyak orang tergoda mengonsumsi pil diet atau minuman pencahar. Meski banyak yang telah tersertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) maupun FDA (Food and Drug Administration), pemakaian pil diet atau minuman pencahar tidak dianjurkan untuk menurunkan berat badan.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ahli Gizi dengan akun TikTok @putriemje. Dia mengungkapkan bahaya dari produk untuk diet yang dijual di pasaran. Berikut penjelasannya.
Teh Diet

Foto: Shutterstock
Teh diet mengandung zat laksatif dan diuretik. Dikutip dari Dokter Sehat, laksatif merupakan jenis obat-obatan yang mampu melancarkan buang air besar.
Sementara obat diuretik merupakan obat yang ditujukan untuk mengurangi penumpukan cairan tubuh melalui urine. Menurut laman Hello Sehat, obat diuretik juga sering digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
Keduanya memiliki efek samping masing-masing. Mulai dari sakit kepala, haus, kram otot, ruam kulit, perut kembung, hingga diare. Jika mengonsumsi teh diet rutin dalam jumlah banyak, mungkin kamu bisa mengalami diare, sering buang air kecil, dehidrasi, serta gangguan saluran pencernaan.

Foto: Shutterstock
Sama seperti teh, pil diet juga seringkali mengandung zat laksatif, diuretik, serta penurun nafsu makan. Berdasarkan penuturan Putri, konsumsi pil diet bisa berbahaya dan meningkatkan risiko mengalami gangguan makan atau eating disorder.

Foto: Shutterstock
Suplemen serat juga kerap mengandung zat laksatif. Kandungannya pun cenderung terjangkau, namun suplemennya dijual dengan harga yang cukup tinggi.
" Klaimnya aja udah salah, harusnya " membantu mencukupi kebutuhan serat" udah, tanpa embel2 mengikat lemak, menurunkan BB," tutur Putri.
Jadi jika ingin menurunkan berat badan, lebih baik menjalani pola hidup sehat dan berolahraga secara rutin agar hasilnya bisa bertahan lama serta tidak menyebabkan efek samping berbahaya bagi tubuh.
@putriemje They dont care about your health but I do
♬ Chạy ngay đi _ Sơn Tùng MTP - dhn
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?