Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan

Reporter : Jeffreydien Winanda
Senin, 30 Agustus 2021 12:53
Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan
Sepeda motor listrik sendiri bukan cuma sekadar lifestyle, namun juga memiliki dampak positif bagi lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, banyak tren yang digandrungi masyarakat. Mulai dari lifehack menu makanan, binatang peliharaan, hingga transportasi.

Di masa pandemi ini sendiri, beberapa tren tersebut sukses mendapat perhatian, seperti gowes dan sepeda motor listrik. Popularitas sepeda motor listrik pun makin meningkat berkat sosial media lantaran banyak warganet yang membagikan pengalaman mereka mengendarai kendaraan yang satu ini.

Meski begitu, sepeda motor listrik sendiri bukan cuma sekadar lifestyle yang berkembang berdasarkan tren. Namun, kendaraan ini juga memiliki dampak positif bagi lingkungan.

Untuk membuktikan dampak positif dari sepeda motor listrik, tim redaksi Dream.co.id berkesempatan buat ngobrol langsung bersama Idoan Marciano, Energy & Electric Vehicles Technology Specialist dari IESR (Institute for Essential Services Reform) dan dr. Alvi Muldani, Relawan dan Konsultan Kesehatan Yayasan ASRI (Yayasan Alam Lestari). Pada kesempatan ini, dua tokoh keren ini menjelaskan dampak positif dari sepeda motor listrik yang digemari masyarakat. Seperti apa?

Transportasi Jadi Salah Satu Penyebab Polusi, Sepeda Motor Listrik Hadirkan Solusi

Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan

Sudah menjadi rahasia umum jika polusi udara di dunia termasuk Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa waktu ke belakang. Banyak faktor yang melatarbelakangi menurunnya kualitas udara di banyak wilayah Tanah Air, tak terkecuali dari pembangunan dan mobilitas.

"Memang benar jika semakin kesini, kualitas udara yang ada semakin menurun. Dari data yang kami peroleh dalam penelitian kami sebelum pandemi, polusi udara di daerah urban 80% disebabkan oleh transportasi dan diikuti oleh industri setelahnya. Menariknya di wilayah Jakarta sendiri, dari penelitian terbaru oleh Centre for Research on Energy and Clear Air (CREA), penyebab utama polusi juga adalah sektor industri dan pembangkitan listrik dari daerah sekeliling Jakarta,” ujar Idoan Marciano.

Tak main-main, jika dibiarkan dalam kurun waktu lama, kualitas udara yang menurun ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan akut hingga kerusakan lingkungan. Bahkan disampaikan oleh dr. Alvi Muldani jika polusi udara di sebagian wilayah Indonesia melebihi batas aman yang ditentukan oleh WHO.

"Menurut Air Quality Live Index (AQLI), 91% orang Indonesia tinggal di daerah dengan standar polusi partikel 6 kali standar World Health Organization (WHO). Jika ini terus terjadi diperkirakan angka harapan hidup turun 5 tahun. WHO sendiri menetapkan rata-rata konsentrasi polutan Particullate Matter (PM2,5) tidak boleh melebihi 10 mikron per meter kubik. PM2,5 sendiri adalah partikel udara berukuran kecil, Jika diameter sehelai rambut 75 mikron maka PM2,5 berukuran 2,5 mikron, makin kecil ukuran partikel polusi makin luas dampaknya terhadap tubuh manusia," tambah dr. Alvi.

Menjadi Lifestyle Menarik Menyusul Tren Gowes yang Booming Terlebih Dahulu

Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan

Seperti yang diketahui bersama, tren yang berkembang di masyarakat bisa diarahkan menjadi sebuah kebijakan dalam mobilitas sehari-hari. Seperti tren sepeda listrik yang diharapkan mampu menjadi pendorong bagi masyarakat untuk beralih ke sepeda motor listrik.

"Tren yang berkembang ini diharapkan sesuai dengan urban planning dan bisa diterapkan secara maksimal. Pengembangan tren ini bisa dilakukan dengan tahapan avoid, shift, dan improve. Avoid untuk menghindari kebutuhan transportasi yang semakin meningkat. Shift yang berarti berpindah ke moda transportasi yang lebih efisien seperti transportasi publik. Serta tak ketinggalan improve, yaitu memperbaiki efisiensi energi kendaraan dengan meningkatkan teknologi seperti sepeda motor listrik ini", ucap Idoan Marciano.

Optimisme juga ditunjukkan dr. Alvi Muldani dalam menanggapi tren yang ada. Suksesnya tren gowes kala masa pandemi ini diharapkan bisa menular dengan tren sepeda motor listrik yang kini mulai menjamur di tengah masyarakat.

"Jika kita lihat bersama, tren ini menjadi sebuah fenomena yang baik dan memberikan dampak bagus bagi masyarakat. Kita bisa mendapatkan manfaat kesehatan jasmani dengan berolah raga sekaligus meningkatkan kesehatan mental karena sifatnya rekreatif. Bahkan tanpa kebijakan pun, tren ini bisa berkembang pesat. Terlebih lagi pada saat pandemi ini kebugaran jasmani sangat menguntungkan karena berhubungan langsung dengan integritas sistem imun. Namun untuk menunjang tren ini harus didukung pemerintah dengan memperbaiki infrastruktur pesepeda, infrastruktur sepeda yang baik membantu menurunkan paparan polusi kendaraan bermotor bagi pesepada" tambah dr. Alvi.

Sepeda Motor Listrik Lebih Ramah Lingkungan, Jadi Pengganti Ideal dari Kendaraan Berbahan Bakar Minyak

Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan

Tren sepeda motor listrik yang tengah digandrungi ini nggak cuma lifestyle semata loh. Sepeda motor listrik terbukti lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar minyak yang selama ini dipakai masyarakat sehari-hari.

"Jika kita lihat di kota-kota besar, kendaraan baik roda empat, roda dua, maupun transportasi umum mendominasi jalan raya. Hal ini membuat kualitas udara memburuk hanya dari gas buangnya saja. Sementara itu, sepeda motor listrik lebih ramah lingkungan karena tidak ada gas buang yang berpotensi mencemari lingkungan. Potensi polusi yang bisa dihasilkan dari kendaraan listrik sendiri ada pada pembangkit listrik yang dalam beberapa waktu ke depan diharapkan mampu ditekan jumlah emisinya lewat berbagai alternatif," ucap Idoan.

Efek dari gas buang yang diakibatkan kendaraan bermotor ini pun bisa fatal. Bagi manusia, gas buang yang beredar di udara bisa menyebabkan beberapa penyakit berbahaya.

"Jika kendaraan listrik ini menjadi moda transportasi utama di Indonesia, polutan seperti PM2,5, karbon monoksida, nitrous oxide, sulphur oxide, timbal, dan ozone permukaan menurun yang berdampak menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dan mengerem laju pemanasan global secara lebih luas yang menjadi akar masalah-masalah kesehatan dan sosial. Ini disebabkan karena emisi kendaraan listrik kecil, dan zat buangnya juga kecil. Beberapa penyakit berbahaya juga berhubungan dengan meningkatnya polusi udara yang dihasilkan oleh emisi dan gas buang kendaraan bermotor, dimulai dari dampak jangka pendek seperti iritasi mata, iritasi saluran napas, penyakit kulit, hingga dampak jangka panjang seperti kanker payudara, kanker kolon, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis, hingga demensia" jelas dr. Alvi.

Dukung Lifestyle Sepeda Motor Listrik dengan Edukasi dan Sarana Prasarana

Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan

Banyak cara yang bisa dilakukan agar tren sepeda motor listrik ini menjadi tidak tenggelam dan tak lagi diminati. Dibutuhkan peran serta banyak pihak termasuk pemerintah, masyarakat, dan industri swasta terkait untuk mendukung sepeda motor listrik menjadi transportasi utama di Indonesia.

"Penting untuk memberikan edukasi yang tepat sasaran kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah one stop hub atau website khusus yang menjadi pusat informasi menyeluruh tentang sepeda motor listrik. Mulai dari regulasi, administrasi, hingga sarana prasarana untuk mendukung peralihan moda transportasi ini. Selain itu, dibutuhkan juga dukungan semua pihak mulai dari pemerintah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat untuk merealisasikan peralihan menuju kendaraan listrik ini. Seperti salah satu layanan transportasi online yang kini telah menggunakan sepeda motor listrik sebagai armadanya di wilayah Bali. Dukungan dari banyak pihak inilah yang akan membantu proses peralihan kendaraan listrik,” tutur Idoan.

Tak hanya edukasi, sarana prasarana juga perlu ditingkatkan mulai dari spesifikasi daya listrik perumahan hingga Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Hal ini menjadi penting lantaran hadirnya sarana prasarana juga akan memunculkan kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari.

"Beberapa pertanyaan mendasar mengenai sepeda motor listrik ini tidak jauh-jauh dari metode pengisian daya di rumah dan tempat umum. Dalam hal ini, akan ada dua tipe pengisian daya untuk kendaraan listrik yaitu home charging dan public charging. Sesuai namanya, home charging menjadi primer kebutuhannya karena dilakukan di rumah, dan diperlukan peran serta pemerintah dan dinas terkait untuk membuat spesifikasi dan penyesuaian daya listrik agar bisa melakukan charging sepeda motor listrik di rumah. Demikian pula dengan public charging yang tersebar di tempat umum berupa SPBKLU dan workplace charging yang berada di pusat industri," lanjut Idoan.

Tak Hanya Sebatas Tren, Saatnya Sepeda Motor Listrik Jadi Transportasi Utama di Indonesia

Serba Serbi Tren Sepeda Motor Listrik, Lifestyle Kekinian yang Ramah Lingkungan

Penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi utama di Indonesia harus segera dilakukan. Di tengah berbagai kerusakan lingkungan dan kesehatan yang terancam, peralihan menuju zero emission bisa dilakukan sekarang terlebih saat tren sepeda motor listrik tengah digandrungi.

"Semakin lama kita berpindah dalam menggunakan kendaraan listrik, maka dampaknya akan semakin menjadi bencana besar di kemudian hari. Tak perlu menunggu 100% energi terbarukan melalui pembangkitan energi listrik dulu, namun transisi harus berjalan paralel karena jika menunggu terlalu lama lagi, dampaknya akan semakin masif dan kita tak punya waktu sampai tahun 2050 sebelum perubahan iklim menunjukkan dampaknya yang semakin parah," ujar Energy & Electric Vehicles Technology Specialist dari IESR, Idoan Marciano.

Sependapat dengan Idoan Marciano, dr. Alvi juga mengatakan jika peralihan menuju transportasi berenergi bersih perlu dilakukan sebelum semuanya terlambat.

"80% polusi di Indonesia berasal dari transportasi. Dengan mengubah transportasi melalui energi yang bersih tentunya akan mengurangi zat polusi yang berkontribusi ke penyakit dan gas rumah kaca yang berkontibusi dalam peningkatan suhu Global. Hal ini perlu dilakukan sebelum terlambat, laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change PBB tahun 2018, menyatakan bahwa emisi CO2 dunia harus turun sebanyak 45% pada tahun 2030, jika tidak dampak pemanasan global tidak dapat dikembalikan atau irreversible. Untuk menurunkan kadar karbon di atmosfer selain menurunkan produksinya juga bisa dengan cara meningkatkan penyerapannya dengan cara melakukan penanaman pohon" tutup dr. Alvi.

Tak hanya sebatas tren, gaya hidup dengan menggunakan sepeda motor listrik sebagai transportasi harian ternyata juga memiliki dampak positif bagi lingkungan lho, Sahabat Dream! Saatnya beralih menggunakan kendaraan listrik demi lingkungan yang lebih baik.

Beri Komentar