Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kehadiran Jamur Kaca Lebih Besar Saat Musim Penghujan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Jamur kaca acapkali menjadi momok bagi pemilik mobil. Terlebih saat musim hujan datang, ancaman jamur kaca semakin menjadi besar jika tidak dilakukan perawatan yang tepat.
Dikutip dari Auto2000, Selasa 27 Oktober 2020, jamur akan lebih mudah muncul di kaca mobil, baik di kaca depan, samping, maupun belakang. Jamur kaca muncul karena sisa bercak air hujan yang dibiarkan mengering sendiri.
“ Jamur kaca bisa timbul jika setelah kena air tidak langsung dibersihkan atau dilap kering,” kata Kepala Bengkel Auto2000 Lenteng Agung, Adhara Edy Prabowo, di Jakarta, dikutip dari Auto 2000, Selasa 27 Oktober 2020.
Selain air hujan, jamur juga bisa muncul karena kualitas air yang digunakan untuk cuci mobil. Misalnya, air tanah yang mengandung kapur yang tinggi bisa membuat kehadirannya ini semakin besar.
Bowo mengatakan kemunculan jamur tak ada hubungannya dengan kaca film yang digunakan.
Meskipun sering disepelekan, jamur kaca ini berisiko, terutama saat mengemudi. Misalnya, kamu mengemudi mobil pada malam hari dan pandangan ke depan justu berpendar. Nah, itu yang menjadi biang keroknya adalah jamur kaca.
Tentu saja pandangan berpendar ini bisa menyulitkan pengemudi untuk melihat kondisi luar. Kondisi ini sudah pasti mengancam keselamatan berkendara.
Untuk menghindari ancaman jamur kaca tersebut, maka dari itu biasakan selalu bilas mobil setelah kehujanan. Selain dapat membuat permukaan mobil lembab, zat asam yang dikandung air hujan dapat merusak lapisan cat mobil.
Selain itu, biasakan parkir di tempat yang teduh dan beratap. Sembarangan dalam memilih tempat parkir, seperti di tempat yang lembab, dapat membuat debu dan kotoran menempel. Jika dibiarkan terlalu lama, kaca mobil akan cepat berjamur.
Jangan lupa juga lakukan pengecekan volume air wiper dan kondisi bilah wiper mobil. Pastikan mobil selalu servis berkala tepat waktu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya