Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shabura Sebastian (tengah)/Dream.co.id-Anya
Dream - Kain tenun merupakan salah satu kain khas Indonesia yang banyak digemari masyarakat. Selain di Tanah Air, tenun juga mulai berkibar di dunia fashion internasional.
Material berbahan lembut dan unik jadi keunggulan kain ini.
Selain kualitas, kain tenun menjadi idola karena teknik merancang bahan ini menjadi karya fashion tak mudah dilakukan.
Tak mengherankan jika banyak desainer tanah air yang mengolah kain khas Indonesia ini akan selalu menghasilkan karya memukau yang diminati fashionista dalam dan luar negeri.
Salah satunya desainer tersebut adalah Shabura Sebastian dari Satu Studio.
Menghadirkan koleksi Season of Soul, Shabura berkolaborasi dengan Cita Tenun sebagai pemasok kain tenun tradisional.

Foto: Shabura Sebastian/Dream.co.id-Anya
Hadir sebagai tamu dalam acara Satu Studio x Cita Tenun di Jakarta, Selasa, 2 September 2019, Okke Hatta Rajasa memberikan dukungan penuh pada hasil karya Shabura.

Foto: Shabura Sebastian(tengah)/Dream.co.id-Anya
" Dahulu orang tahu tenun dipakai untuk acara adat, tapi kain tenun bisa juga diolah dan digunakan untuk sehari-hari dan kekinian.”
Dalam pagelaran fashion show pertama Shabura, ia juga berkolaborasi dengan Giving is Caring yang merupakan yayasan sosial yang fokus dalam membantu melengkapi kebutuhan PKIA RSCM Kiara.
“ (Satu Studio) berupaya memberikan pengaruh baik melalui yayasan Giving is Caring. 15 persen dari penjualan akan diberkan untuk yayasan,” ujar Shabura Sebastian.
Tujuan koloborasi tiga lembaga ini sebagai upaya menggabungkan fashion dengan charity.
(Sah, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)
Dream - Peluang pasar fashion muslim semakin besar. Khususnya Indonesia dengan konsumsi fashion muslim yang meningkat senilai US$ 20 miliar dan laju pertumbuhan 18,2% per tahun.
Momentum ini menjadi peluang bagi para desainer muslim yang gencar menunjukkan potensinya di panggung lokal dan mancanegara.
Melihat perkembangan dan potensi fashion muslim Indonesia, Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Dyandra Promosindo akan kembali menggelar MUFFEST pada 20 – 23 Februari 2020 di Jakarta Convention Center.

Foto: Deki Prayoga/Dream.co.id
“ MUFFEST diarahkan sebagai muara dari perkembangan industri fashion muslim Indonesia meliputi segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi, maupun tren," tutur Ali Charisma, National Chairman IFC di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Ali, perhelatan ini sebagai upaya memperluas akses dan meningkatkan kompetensi produk fashion muslim Indonesia. Tujuannya, agar dapat menguasai pasar lokal sekaligus bersaing di pasar global.
Pagelaran ke-5 ini kembali menghadirkan pameran dagang dan fashion show dari desainer Tanah Air seperti Deden Siswanto, ETU, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Lisa Fitria, Nuniek Mawardi, Rosie Rahmadi dan lainnya.
Mengusung tema 'Sustainable Fashion', para desainer dituntut menyajikan produk mode berkelanjutan yang sesuai dengan etika lingkungan.
" Kita berusaha mengurangi limbah fashion, namun tetap meningkatkan kesejahteraan pelaku mode dan menyelesaikan masalah masyarakat," ujarnya.

Foto: Deki Prayoga/Dream.co.id
Selain itu, akan ada beberapa kegiatan interaktif seperti talkshow, fashion presentation, kompetisi Next Face MUFFEST dan Modest Young Designer Competition (MYDC).
Sahabat Dream juga bisa berbelanja di area MUFFEST Market yang menjajakan produk fashion, aksesori, makanan dan produk halal produksi UKM Tanah Air. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya