Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi (Foto: Shuttertock)
Dream - Menangis, kesal dan marah dengan kakak atau temannya, si kecil tiba-tiba menggerakan tangannya dan memukul. Sambil menangis dan atau berteriak, anak-anak seringkali refleks saat tantrum dan memukul orang lain yang ada di dekatnya.
Hal ini tentu saja tak boleh dibiarkan. Banyak yang beranggapan kalau anak yang memukul saat tantrum tak perlu diperingatkan karena akan mereda dengan sendirinya seiiring pertambahan usia. Tapi sesungguhnya tak demikian.
" Jangan langsung reaktif saat anak memukul, seperti berteriak atau langsung mencengkram tangannya. Cobalah tetap tenang, tarik anak ke tempat lain yang tak terlalu ramai, kemudian sejajarkan mata dengannya. Katakan padanya secara serius kalau memukul adalah hal buruk yang menyakiti orang dan ia mungkin akan mendapat pukulan yang serupa jika melakukannya," ujar Alexa Jordan, seorang praktisi tumbuh kembang.
Anak terutama usia balita belum bisa mengontrol dan menyampaikan emosi dengan baik. Saat memukul berarti emosi anak sedang sangat tinggi dan tak bisa diungkapkan, sehingga ia 'membuangnya' lewat memukul.
" Kadang anak mengantuk, haus, lapar dan sulit mengekspresikan apa yang dirasakan, coba lebih sensitif untuk melihat kondisi anak. Namun tetap pemukulan yang dilakukannya harus diberi peringatan. Memberitahunya tak cukup sekali, tapi berkelanjutan, sehingga anak lama-lama menyadari kalau memukul adalah hal yang buruk dan tak dapat diterima," ungkap Jordan.
Anda bisa mulai mengajarinya untuk mengekspresikan perasaan. Misalnya saat sedih, marah atau kecewa ia boleh mengatakan perasaannya.
Jika memang sangat kesal dan ingin memukul, satu-satunya yang boleh dipukul si kecil adalah bantal. Setelah emosinya mereda, cobalah kembali berbicara dengan penuh kehangatan padanya.
Sumber: Very Well
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol