5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Penampakan Batu Yang Dikira Bongkahan Berisi Emas.
Dream - Seorang pria bernama David Hole sedang mencari emas di Maryborough Regional Park dekat Melbourne, Australia, pada tahun 2015.
Maryborough sendiri merupakan situs terjadinya demam emas yang terkenal pada abad kesembilan belas di Australia.
Setelah melakukan pencarian dengan metal detektor, dia akhirnya berhasil menemukan sebuah bongkahan batu berwarna kemerahan.
Batu dengan bobot sangat berat itu terpendam di dalam tanah liat berwarna kuning di Maryborough.
David sangat gembira karena dia menyangka telah menemukan bongkahan emas di tempat tersebut.
Tapi anehnya, bongkahan emas tersebut sangat sulit dipecahkan meski David telah menggunakan berbagai cara.
Karena tidak bisa membuka batu tersebut, David membawanya pulang dan menyimpannya begitu saja hingga dipenuhi debu selama enam tahun.
Karena masih penasaran dengan batu misterius yang dikira emas tersebut, baru-baru ini David membawanya ke Museum Melbourne.
Di sinilah misteri batu yang ditemukan oleh David enam tahun silam itu akhirnya terungkap.
Apa yang dikiranya sebagai bongkahan berisi emas, benda tersebut ternyata batu meteorit langka.
Batu meteorit itu jatuh di Australia setelah melakukan perjalanan melintasi ruang angkasa.
Dermot Henry, ahli geologi Museum Melbourne, menggambarkan bagaimana dalam 37 tahun bekerja di daerah itu, dia baru menemukan dua meteorit asli.
" Ini adalah batu meteorit ke-17 asli yang ditemukan di Victoria, di antara ribuan bongkahan emas. Melihat rangkaian peristiwanya, temuan ini sangat astronomis.
" Batu ini memiliki pahatan dan cekungan yang terbentuk ketika melewati atmosfer. Saat permukaan batu meleleh, atmosfer yang memahatnya," jelas Henry.
Henry menambahkan, meteorit merupakan cara melakukan eksplorasi ruang angkasa dengan cara paling murah. Sebab, batu meteorit memberikan petunjuk tentang masa lalu Tata Surya seperti usia, pembentukan, dan susunan kimia.
Menurut penelitian, meteorit yang ditemukan David itu diperkirakan telah berusia sekitar 4,6 miliar tahun.
Analisis penanggalan karbon menunjukkan bahwa meteorit itu sudah ada di Bumi antara 100 dan 1.000 tahun yang lalu.
Dengan sejumlah penampakan meteor dalam 150 tahun terakhir, menjelaskan kapan meteorit yang ditemukan David itu jatuh di planet kita.
Meteorit itu kemudian diberi nama sesuai dengan tempat di mana David menemukannya yaitu, Meteorit Maryborough.
Penelitian tentang Meteorit Maryborough yang dilaporkan memiliki berat 17 kilogram telah dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society of Victoria.
Sumber: Mirror
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?