Studi IIHS: Wanita Lebih Berpotensi Cedera Parah Saat Kecelakaan Mobil

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 15 Februari 2021 17:33
Studi IIHS: Wanita Lebih Berpotensi Cedera Parah Saat Kecelakaan Mobil
Mengapa?

Dream – Sahabat Dream yang rutin mengemudi kendaraan sat beraktivitas hendaknya lebih waspada. Temuan terbaru dari The Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) mengungkapkan wanita lebih berisiko terluka saat terjadi kecelakaan mobil.

Dikutip dari Motor1.com, Senin 15 Februari 2021, studi IIHS memperlihatkan bahwa perempuan berisiko mengalami cedera serius dalam kecelakaan mobil. Sebanyak 20-28 persen wanita berpotensi meninggal dunia dalam kecelakaan sedangkan 37-73 persen mengalami terluka parah.

Studi ini menyebut ada beberapa faktor penyebab perempuan berisiko cedera saat kecelakaan mobil. Salah satunya adalah jenis mobil yang dikemudikan.

“ Angka-angka ini menunjukkan perempuan lebih sering mengendarai mobil yang lebih kecil dan ringan,” kata perwakilan IIHS, Jessica Jermakian.

Kendaraan ini membuat perempuan berpotensi mengalami tabrakan dari arah depan atau samping.

Sepanjang 1998-2015, ada sekitar 70 persen wanita dan 60 persen pria yang mengalami kecelakaan mobil. Lebih dari 20 persen pria dan 5 persen wanita menabrak truk.

1 dari 2 halaman

Terungkap Alasan Ferrari Ogah Desain Mobil Khusus Perempuan

Dream - Umumnya produsen otomotif sengaja mendesain kendaraan yang disukai perempuan. Apalagi jika bukan karena tujuan komersial. Banyak yang tak menyadari jika jumlah prempuan di bumi lebih banyak dari lelaki.

Namun produsen supercar ini ogah mengubah image mobilnya menjadi lebih cantik. Pembuat mobil itu adalah Ferrari.

Mengutip Carscoops, Jumat 27 Desember 2019, produsen otomotif asal Italia ini berpendapat klien perempuan existing tak mau Ferrari yang lebih “ wanita”. Konsumen setia ini menginginkan kuda besi yang mereka kendarai memberikan pengalaman berkendara dan desain yang agresif.

 

© Dream

 

“ Kami tahu ada sejumlah perempuan yang ingin mengendarai Ferrari. Yang terpenting adalah mereka tak mau Ferrari untuk perempuan,” kata Ferrari NV’s Chief Marketing and Commercial Officer, Enrico Galliera, kepada Arabian Business. 

Galliera mengakui banyak perempuan yang ingin mengendarai sport car. Untuk menyiasatinya, Ferrari mencoba mendesain mobil yang bersifat universal.

“ Kami mencoba untuk tidak mendesain mobil untuk perempuan. Saya mendesain mobil yang bisa menyuguhkan emosi bahwa perempuan dan laki-laki punya kebutuhan yang sama,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Bukan Tanpa Alasan

Ferrari cemas mobil sport untuk perempuan bisa merusak citra mobil dengan konsumen lelaki. Ya, konsumen pria mencerminkan representasi persentase terbesar untuk basis pelanggannya.

Kalau ada mobil ini, pria enggan membelinya. Perempuan juga akan merasa terdiskriminasi dengan kendaraan tersebut.

“ Terus, kenapa harus beli mobil yang kurang bertenaga?” kata Galliera.

Ini tidak berarti Ferrari tak menikmati pelanggan perempuan. Pada dasarnya, brand mobil Italia ini memiliki peningkatan konsumen perempuan di seluruh dunia. Peningkatan ini tak berkaitan dengan model yang spesifik.

“ Semua aktivitas kami lakukan di seluruh dunia. Mereka pergi ke tempat yang bisa dinikmati, bisa makan makanan enak, restoran yang bagus. Inilah yang kami dorong untuk mengurangi jarak antara Ferrari dan segmen wanita,” kata dia.

(Sumber: Carscoop)

Beri Komentar