Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jumlah gula yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan adalah salah satu hal terbaik untuk meningkatkan kesehatan kita secara keseluruhan. Tetapi bukan dalam bentuk olahan seperti coklat, permen, dan soda yang dapat berdampak negatif bagi tubuh, jika dikonsumsi berlebih.
“ Gula yang ditambahkan muncul hingga 70 persen dari makanan kemasan, termasuk yang gurih seperti sup, saus, saus salad, dan makanan sehat seperti sereal, granola, selai kacang, yogurt, dan minuman kesehatan,” kata Anisha Patel, seorang pakar kesehatan.
Batas harian konsumsi gula adalah 6 sendok teh atau 24 gram untuk wanita. Lalu 9 sendok teh atau 36 gram untuk pria, dan hingga 6 sendok teh atau 12 gram hingga 24 gram untuk anak-anak.
" Untuk anak yang berusia kurang dari 2 tahun tidak boleh mengonsumsi gula tambahan karena ini adalah masa krusial untuk menetapkan preferensi rasa," kata Patel.
Dilansir dari Real Simple, ada beberapa cara cerdas dan sederhana untuk membuat makanan menjadi manis, tanpa menambahkan gula atau pemanis buatan. Jennifer Tyler Lee, penulis " Half the Sugar" mengungkapkan bahan-bahan paling efektif untuk mengolah makanan dengan sedikit gula.
Buah matang dan segar seperti pisang, pir, dan nanas, bersama dengan sayuran seperti ubi, menambah rasa manis alami tanpa tambahan gula.

" Ada perbedaan penting antara gula tambahan, seperti gula pasir, madu, dan agave, dan gula alami yang ditemukan dalam buah dan sayuran," jelas Tyler Lee.
Serat dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Kandungan ini membuatnya lebih mudah untuk diproses sehingga dapat membantu merasa kenyang lebih lama.
“ Pir menambahkan rasa manis alami dan lembut ke dalam banyak sajian,” kata Tyler Lee.
" Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah salah satu rahasia untuk memasak dengan sedikit gula tambahan," kata Tyler Lee.

Memanggang kacang adalah salah satu cara jika harus memperkuat rasa tanpa menambahkan gula. Kacang juga bisa menambahkan tekstur dan membantu melengkapi resep rendah gula.
" Kenari, mede dan almond adalah kacang yang paling bisa andalkan. Kacang tersebut bisa menjadi tambahan yang mudah dan lezat untuk roti," kata Lee.
Rempah-rempah adalah elemen penting untuk memasak rendah gula. Aroma dan rasa khasnya bisa memperkaya rasa dan membuat lidah terbuai tanpa harus menambah gula lebih banyak.

Menurut Tyler Lee, vanila, kayu manis, pala, dan kapulaga menambahkan rasa manis tanpa menambahkan gula dalam masakan. Perlu diperhatikan bahwa beberapa merek ekstrak vanila mengandung gula tambahan, jadi pastikan untuk memeriksa labelnya.
Laporan Raissa Anjanique
Dream - Cokelat batangan yang banyak dijual di pasaran rasanya memang sangat nikmat.
Perpaduan antara rasa pahit, manis dan legitnya susu. Produk tersebut biasanya mengandung kadar gula yang sangat tinggi.

Saat ini sedang dikembangkan produk cokelat tanpa gula tambahan. Produk tersebut, seperti dikutip dari CNN, dikembangkan oleh Nestle.
Yaitu dengan mengandalkan bahan sisa dari tanaman kakao untuk pemanis karena konsumen kini banyak mencari pemanis alami dan sehat.
Perusahaan makanan ini menggunakan teknik yang dipatenkan untuk mengubah lapisan putih atau pulp yang menutupi biji kakao menjadi bubuk. Secara alami, lapisan tersebut sudah mengandung pemanis.

Musim gugur ini di Jepang, Nestle akan mulai menjual KitKat bar dengan 70% dark chocolate dengan resep baru yang tanpa menggunakan gula tambahan.
Hingga saat ini, pulp tersebut belum pernah digunakan sebagai pemanis untuk cokelat dan biasanya selalu dibuang dalam proses produksi.
Pengembangan ini dilakukan karena konsumen kini semakin kritis dengan apa yang dikonsumsi. Kesadaran akan kesehatan semakin tinggi. Konsumsi gula yang tinggi jadi salah satu pemicu penyakit berbahaya.

" Kini konsumen lebih menaruh perhatian pada karakteristik kesehatan pada makanan yang dikonsumsi, termasuk pada lingkungan dan sosial," kata Gustavo Setrini dari New York University's Steinhardt School of Culture, Education and Human Development.
Nestle mengklaim, cokelat yang mereka produksi tanpa gula tambahan ini rasanya akan sama nikmat dengan produk cokelat dengan gula pada umumnya. Penasaran mencicipinya, Sahabat Dream?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya