Yuk Selamatkan Lingkungan dengan Memakai Sustainable Clothing

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 31 Agustus 2019 17:46
Yuk Selamatkan Lingkungan dengan Memakai Sustainable Clothing
Apa itu sustainable clothing?

Dream – Isu lingkungan kini menjadi topik yang sangat diperhatikan masyarakat. Gaya hidup sehat tak hanya menyangkut diri tapi juga lingkungan sekitar. Tapi tahukah Sahabat Dream, industri fashion ikut menjadi penyumbang terbesar dalam kerusakan lingkungan.

Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup masyarakat yang sering seenaknya membuang pakaian yang sebetulnya baru dipakai.

National Chairman IFC, Ali Charisma, menjelaskan banyak kain dari industri fashion yang tidak bisa terurai. Pada akhirnya, pakaian yang terbuang itu akan menjadi tumpukan sampah yang merusak lingkungan.

Pelaku industri fashion muslim, lanjut Ali, harus memulai langkah baru demi melindungi lingkungan salah satunya dengan menggunakan sustainable clothing atau pakaian yang tahan lama.

" Filosofi busana muslim kan sangat luar biasa. Jadi, bukan cara dandanannya aja ditutup tapi kelakuannya harus baik. Cara produksi di busana muslimnya juga, kan, memang harus baik," ungkap Ali di Aquatic Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.

1 dari 5 halaman

Sustainable Clothing

Sustainable clothing merupakan salah satu perkembangan di industri fashion. Pakaian ini dirancang bisa bertahan lama. Selain berbahan ramah lingkungan, satu helai pakaian ini bisa digunakan dalam berbagai bentuk.

Salah satu bentuk pakaian sustainable adalah memiliki dua sisi dan gaya pemakaian yang bisa diubah-ibah. 

Ali menambahkan, sustainable tak hanya dilihat dari pakaiannya. Tetapi, juga gaya hidup penggunanya. Sebagai contoh, Ali menyarankan pakaian tidak mencuci ketika belum terlalu kotor. Penggunaan terlalu banyak air saat mencuci pakaian, akan berdampak kepada lingkungan.

Ketika mencuci pakaian, akan menguras terlalu banyak air yang akan berdampak pada lingkungan.

Nah, Yuk jadi penyelamat lingkungan dengan menggunakan pakaian dengan bijak.

(Sah, Laporan: Keisha Ritzska Salsabila)

2 dari 5 halaman

Peduli Lingkungan, 4 Desainer Usung `Fashion Rhapsody`

Dream - Fashion berbasis lingkungan semakin gencar diperbincangkan. Selain rancangan baju sustainable fashion, para desainer juga berlomba-lomba menghadirkan busana yang terinspirasi dari alam.

Mereka adalah Ayu Dyah Andari, Ariy Arka, Chintami Atmanagara dan Yulia Fandy. Keempat desainer menggelar perhelatan mode Harmoni Bumi yang mencakup isu kepedulian terhadap lingkungan. 

Gagasan mulia tersebut diperkenalkan sebagai sebuah pergelaran tunggal beratajuk 'Fashion Rhapsody'.

“ Intinya, apa yang telah kita nikmati dari bumi selayaknya kita kembalikan ke bumi, secara bertahap, dengan tindakan yang sesuai dengan kapasitas kita masing-masing," kata Ariy Arka lewat keterangan rilis yang diterima Dream, baru-baru ini.

 Desainer© Foto: Tim Muara Bagdja

Foto: Tim Muara Bagdja

Perhelatan berlangsung megah di Hallf Patiunus. Ruangan disulap menjadi hutan yang seolah seperti sedang terbakar, mencerminkan kerusakan akibat ulah manusia.

3 dari 5 halaman

Ariy Arka

Inspirasi karya Ariy Arka beroleh dari rasa miris dan kepeduliannya terhadap keadaan hutan.

Susunan warna hijau, coklat, hitam dan putih berbentuk sapuan warna dicetak di atas busana mulai dari atasan, celana, maupun outer itu merupakan terjemahan saat ketika hutan masih hijau hingga meranggas lalu sirna sama sekali.

 Desainer© Foto: Tim Muara Bagdja

Foto: Tim Muara Bagdja

Sang Desainer juga mengeluarkan label khusus bernama Ariy Arka X WWF dan menyisihkan sebesar 30 persen untuk WWF dan 10 persen untuk Dompet Dhuafa dari hasil penjualan koleksi dengan label ini.

Ayu Dyah Andari

Ayu terpesona pada Desert Rose yang terbentuk dari air, pasir dan angin pada kondisi gurun pasir yang super kering. Terbentuk lempeng-lempeng kristal yang tersusun melingkar menyerupai bunga mawar.

 Desainer© Foto: Tim Muara Bagdja

Foto: Tim Muara Bagdja

Bordir dua dimensi yang berbentuk semacam sulur-sulur diasumsikan sebagai angin dan air yang menerpa saat membentuk Desert Rose tersebut.

Chintami Atmanagara

Daya cipta Chintami tergugah ketika mengamati potongan bebatuan. Tak pernah ia duga demikian indah bentuk abstrak dan warna ketika sebongkah batu dipotong.

 Desainer© Foto: Tim Muara Bagdja

Foto: Tim Muara Bagdja

Di dalam sebuah irisan terlihat semacam garis-garis tak beraturan, multiwarna seperti coklat muda, hijau pupus, merah muda, merah bata, biru legam, bahkan emas.

Yulia Fandy

Yulia ingin mengembalikan citra bumi ketika masih bersahaja lewat karyanya. Kesederhanaan itu ditampilkan dengan garis rancangan yang polos. Jauh dari ingar-bingar dan kesan dekoratif lainnya.

 Desainer© Foto: Tim Muara Bagdja

Foto: Tim Muara Bagdja

Aksesori berwarna senada dan setara ringkasnya karya Rean, menjadi elemen mode yang kaya bentuk dan detail serta menebalkan kesan natural. (ism)

4 dari 5 halaman

Tampil Cantik dan Peduli Lingkungan dengan Serat Alami

Dream - Ingin tampil trendi namun ramah lingkungan? Tampaknya Sahabat Dream patut mencoba koleksi Orel.

Orel merupakan brand fashion ready-to-wear milik fashion desainer Aurelia Santo. Seluruh koleksi brand ini menggunakan bahan bespoke artisanal textile serta kain yang lebih ramah lingkungan.

" Semua pakaian yang dipakai eco-friendly." ujar Aurelia saat berbincang di ARA Jakarta, Kemang , Jakarta Selatan, Kamis 20 September 2018.

 Aurelia Santo© dream.co.id

Aurelia mengatakan nama brand Orel merupakan nama panggilan dirinya dari orang-orang terdekat.

" Brand ini diambil dari nama saya Orel, cuma tulisannya tidak begitu, supaya gampang aja Aurelia jadi Orel," kata dia.

5 dari 5 halaman

Fashion Khusus Wanita

Orel merupakan koleksi debut pertamanya usai vakum dari dunia fashion 2 tahun lalu. Dia mengkhususkan brand ini untuk desain fashion wanita.

Warna green army menjadi identitas khusus brand ini. " Sebelumnya juga pernah buka, Laison, yang juga usaha di bidang fashion, namun tutup karena satu kendala dua tahun lalu," kata Aurelia.

 beragam koleksi Orel© dream.co.id

Penggunaan serat alami dipadu dengan teknologi modern menjadi prioritas dari Orel. Cara pengekspresian yang unik membuat Orel berbeda dengan produk lainnya.

Produk Orel dibanderol dengan harga antara Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta untuk non-handmade. Sedangkan produk handmade seperti songket, tenun, dan lainnya, ditawarkan dengan harga mulai Rp7 jutaan.

(ism, Laporan: Erisa Riyana)

Beri Komentar