Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hipertensi Pada Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Maraknya isu stunting membuat banyak orang perhatian pada salah satu penyakit yang menjadi penyebabnya, yaitu anemia.
Calon ibu dihimbau untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa meningkatkan zat besi agar tidak terkena anemia atau hipotensi.
Selain itu, ibu hamil juga rentan hipertensi. Kondisi ini disebut dengan preeklamsia atau hipertensi gestasional. Berbeda dengan kurang darah, hipertensi pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan hormonal.
" Hipertensi pada wanita hamil biasa disebut preeklamsi atau gestasional. Biasanya, disebabkan oleh perubahan hormon atau ada antigen yang diproduksi janin dan tidak cocok dengan ibu. Akhirnya, timbul hipertensi," ungkap Amanda Tiksnadi, Spesialis Saraf dalam acara 14th Scientific Meeting Indonesian Society of Hypertension (InaSH) 2020 di Jakarta Pusat, Kamis 20 Februari 2020.

Dampaknya lebih berbahaya daripada stunting. Hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan kejang, bayi lahir prematur, gawat janin hingga meninggal.
" Amat sangat mungkin hipertensi menyebabkan pertumbuhan yang kurang sempurna bagi janin. Hipertensi bisa membuat bayi harus dilahirkan lebih dulu. Kemudian, prematurnya yang akan menimbulkan masalah lebih lanjut," jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, ibu hamil harus istirahat total dari kegiatan apapun serta mengonsumsi obat-obatan yang tidak terlalu mengganggu reaksi janin.

Sedangkan pencegahannya bisa dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat dan teratur serta mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam.
Tak lupa, ibu hamil juga disarankan untuk mengecek tekanan darah 2 kali masing-masing di pagi dan malam hari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya