Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pemeriksaan CTG Untuk Mengetahui Detail Kontraksi.
Dream - Sakitnya kontraksi bukan hanya membuat ibu hamil menjadi tak nyaman, tapi juga menimbulkan kepanikan dan sulit tidur. Nyeri kontraksi ini sebenarnya bukan hanya muncul jelang persalinan saja, tapi juga semasa kehamilan.
Kontraksi ini terjadi karena adanya pergerakan otot-otot rahim. Menurut Amanda Selk, seorang dokter obstetri dan kebidanan di Women's College Hospital, sejak awal kehamilan di trimester pertama, kontraksi mungkin saja muncul.
" Pada trimester pertama, kontraksi bisa terjadi saat sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi embrio dan menempel di rahim, begitu juga saat rahim membesar. Rasa nyeri seperti muncul di perut bawah," ujar Selk, seperti dikutip dari Todays Parents
Kontraksi patut diwaspadai dan harus segera diperiksakan jika disertai pendarahan. Hal tersebut bisa jadi pertanda keguguran atau masalah serius pada janin. Ada kalanya juga kontraksi muncul hanya pergerakan semu atau sering disebut dengan kontraksi palsu.
" Kondisi ini dikenal juga dengan nama Braxton Hicks, kontraksi terjadi di trimester kedua selama sekitar 30 hingga 60 detik. Munculnya tak beraturan cukup intensif dan tak bisa diprediksi. Hal itu terjadi ketika rahim mengencang dan sebenarnya bukan pertanda apa-apa," ungkap Selk.
Nyeri yang juga sering muncul dan sering dikira kontraksi adalah di area ligamen, bawah perut dan pangkal paha. Nyeri muncul karena adanya pergerakan otot ligamen yang mengelilingi perut. Rasa nyeri memang sangat tak nyaman dan terjadi selama beberapa detik dan bukan pertanda bahaya.
Konraksi juga sering terjadi setelah hubungan seksual. Pada ibu hamil, hubungan seksual sebenarnya cukup aman, malah dianjurkan untuk mengurangi level stres. Tapi keluhan yang muncul setelahnya adalah kontraksi yang cukup intensif yang sebenarnya bukan hal berbahaya.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan