5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Makan Bareng Panda Di Restoran Maison Saigon (Foto: Instagram Maison.saigon)
Dream - Thailand termasuk negara yang bisa menekan laju pandemi Covid-19 dengan baik. Meski demikian, penerapan social distancing masih dilakukan hingga kini dengan sejumlah protokol kesehatan.
Restoran dan kedai diperbolehkan bukan dan menerima pelanggan untuk makan di tempat. Tempat duduk tapi harus berjauhan. Vietnam Maison Saigon, sebuah restoran Vietnam di Thailand membuat konsep makan yang unik.
Boneka-boneka panda ditempatkan di kursi untuk menjaga jarak sekaligus sebagai 'teman' bagi mereka yang datang untuk makan sendirian. Boneka panda super gemas berukuran besar bakal setia menemani saat pengunjung bersantap.

(Foto: Instagram maison.saigon)
Dari foto yang diunggah di akun Instagram @maison.saigon, panda-panda tersebut dibersihkan secara teratur, didisinfektan bahkan berjemur. Siang harinya mereka bakal ditempatkan lagi di kursi tamu untuk menemani makan para pengunjung.
Beberapa restoran di dunia juga telah menerapkan sistem social distancing. Seperti The Moomin Cafe yang ada di Tokyo. Caranya sedikit berbeda, yaitu menaruh boneka Moomin raksasa di kursi untuk tetap menjaga jarak.

(Foto: Instagram maison.saigon)
Lalu di Five Dock Dining Restaurant, Sydney, Australia juga mengisi kekosongan kursi dengan meletakan pajangan kardus berbentuk manusia. Lalu di Washington D.C juga telah menerapkan sistem ini dengan mengisi kekosongan kursi dengan boneka-boneka mannequin.
Selengkapnya baca di sini.
Dream - Pada Januari 2020 di sebuah restoran di Guangzhou, China, seorang pengunjung yang terinfeksi virus corona dengan gejala ringan telah menularkan penyakit ini kepada sembilan orang lainnya.
Diduga, pendingin ruangan di dalam restoran tersebut ikut berperan dalam penularan dengan menyemburkan partikel virus corona.

Ada 73 pengunjung lain yang makan di lantai yang sama di restoran tersebut pada hari itu. Kabar baiknya, mereka tidak tertular. Begitu juga dengan delapan karyawan yang bekerja di lantai yang sama pada saat itu.
Peneliti China menggambarkan insiden itu dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat dalam jurnal berjudul Emerging Infectious Diseases edisi Juli 2020.
Sayangnya, penelitian tersebut punya banyak keterbatasan. Salah satunya, peneliti China tidak melakukan eksperimen melalui simulasi bagaimana virus corona menjadi aiborne (menular melalui udara).
Meski begitu, ilustrasi dalam jurnal tersebut memunculkan sebuah tantangan baru bagi sebuah restoran jika ingin beroperasi di masa mendatang.
Ventilasi dengan sistem AC ternyata berperan dalam menciptakan pola dan arah aliran udara sehingga virus tetap melayang di udara.
Ketentuan penataan kursi dan meja restoran dalam jarak 2 meter seperti yang direkomendasikan CDC selama ini mungkin tidak cukup untuk melindungi pelanggan restoran dari tertular virus corona.
Kebiasaan masyarakat ketika makan di restoran juga bisa meningkatkan risiko mereka tertular virus corona dengan mudah.
Semakin lama mereka berlama-lama di area yang terkontaminasi, semakin banyak partikel virus yang kemungkinan mereka hirup.
Selain itu, makan juga merupakan salah satu aktivitas yang tidak bisa dilakukan tanpa melepas masker.
Sehingga, droplet berisi virus bisa muncrat ke udara saat orang bernapas dan berbicara, tidak hanya melalui batuk dan bersin.
Di sisi lain, semua orang yang tertular di restoran tersebut berada di meja yang sama dengan orang yang terinfeksi atau di salah satu dari dua meja di dekatnya.
Fakta bahwa orang-orang yang berada agak jauh dari meja orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala menunjukkan harapan baru bahwa virus corona hanya menular melalui droplet berukuran besar.
Jenis droplet tersebut akan jatuh lebih cepat dalam jarak kurang atau sama dengan dua meter dibandingkan dengan yang berukuran lebih kecil yang disebut aerosol. Droplet berbentuk aerosol ini bisa melayang di udara selama berjam-jam.
" Kami menyimpulkan bahwa ventilasi dengan sistem AC juga berperan dalam penularan droplet dalam wabah ini. Faktor kunci terjadinya penularan berada pada arah aliran udara (dalam restoran)," tulis peneliti China dalam jurnal itu.
Harvey V. Fineberg, yang memimpin Standing Committee on Emerging Infectious Diseases and 21st Century Health Threats di Akademi Sains, Teknik, dan Kedokteran Nasional di AS menyebut temuan peneliti China ini menarik dan cukup mencengangkan.
Dia mengatakan restoran sudah harus memperhatikan arah aliran udara dalam mengatur meja mereka.
Untuk membunuh partikel udara berisi virus, restoran sebaiknya memasang lampu ultraviolet anti-kuman.
" Jurnal tersebut tidak hanya berguna bagi restoran dan tempat hiburan, tapi juga tempat di mana Anda bekerja," kata Fineberg.
(Sah, Sumber: ChicagoTribune.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?