Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Bayi
Dream - Selama hamil, pemeriksaan rutin melalui USG (ultrasonografi) sangat dibutuhkan. Hal ini demi mengetahui secara detail kondisi janin dalam kandungan. Salah satu masalah yang sering muncul adalah lilitan tali pusat (LTP).
Kasus LTP ini sebagian besar tak berdampak berbahaya bagi janin. Dokter akan memantau terus pergerakan janin untuk melihat kondisi lilitan. Ada yang hanya satu lilitan atau bahkan
empat lilitan dan lokasinya di sekitar leher.
" Bisa terdiagnosa lewat USG, tapi karena sekali lagi bayi dia bergerak dan hidup, bisa saja berubah keadaannya," ungkap dokter Kartika SpOG.
Penyebab lilitan ini tentu saja karena gerakan bayi yang sangat aktif. Ketika bayi bergerak memutar, sementara posisi lehernya dikelilingi tali pusat yang panjangnya bisa mencapai 50 cm, maka risiko terlilit di leher sangat besar.
Kondisi ini pada beberapa kasus, ada lilitan yang sangat kencang. Apabila kondisi ini membuat janin jadi melemah atau detak jantungnya menurun, dokter bisa saja menyarankan operasi
caesar.
Penanganan lainnya adalah, dalam proses persalinan, dokter menjepit lalu memotong tali pusar sebelum bahu bayi keluar. Tak semua kasus LTP akan memicu persalinan caesar. Kondisi janin adalah penentunya yang diketahui melalui pemeriksaan CTG, yaitu pemantauan detak jantung bayi.
Banyak orangtua yang bertanya cara mencegah lilitan tali pusat. Faktanya, posisi dan gerakan janin tak bisa diatur. Untuk mencegah lilitan sebenarnya tak ada yang bisa dilakukan.
" Tidak ada pencegahannya," ujar dr. Kartika.
Hal yang bisa dilakukan adalah jika terdeteksi ada lilitan, maka ibu harus terus berkonsultasi dengan dokter. Bisa saja lilitan lepas karena gerakan bayi sendiri.
Tapi jika lilitan tersebut tetap ada saat proses persalinan, dokter akan memantau lebih seksama kondisi janin. Hal ini mengingat tali pusat adalah jalur nutrisi, darah dan oksigen antara ibu dan bayi yang sangat menentukan kehidupan bayi.
Sumber: dr. Kartika SpOg
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?