Tekad Minangkabau Fashion Festival Lestarikan Busana Pengantin

Reporter : Ratih Wulan
Senin, 23 Mei 2016 11:44
Tekad Minangkabau Fashion Festival Lestarikan Busana Pengantin
Tahun ini merupakan kesempatan kedua bagi MFF untuk mengusung kekayaan kain tenun, songket, bordir dan sulam dari seluruh Indonesia.

Dream - Kecintaan pada adat dan budaya Minangkabau, membuat putra daerah Raizal Boeyoeng Rais kembali ke Sumatera Barat. Desainer yang konsisten mengusung kekayaan kain etnik nusantara tersebut berhasil menggelar Minangkabau Fashion Festival (MFF).

Tahun ini merupakan kesempatan kedua bagi MFF untuk mengusung kekayaan kain tenun, songket, bordir dan sulam dari seluruh Indonesia. Sebanyak 20 desainer top nasional akan menampilkan karya terbaiknya.

Ditambah dengan pertunjukan hasil karya 16 desainer lokal yang berkompetisi memperlombakan busana pengantin muslim tradisional dan modern.

 Tekad Minangkabau Fashion Festival Lestarikan Busana Pengantin© foto: dream.co.id/Ratih Wulan

(foto: dream.co.id/ratih wulan)

" Acara ini juga dimaksudkan untuk memajukan fesyen etnik Sumbar karena dari seluruh daerah di Sumatera, di sini yang paling maju dan berkembang fashion-nya. Sulam Sumbar juga yang paling banyak," ungkap Ketua Desainer Etnik Indonesia (KDEI) tersebut di Hotel Bumi Minang, Padang pada Minggu, 22 Mei 2016.

Acara yang dilangsungkan mulai hari ini hingga Rabu, 25 Mei ini khusus menampilkan fashion etnik. Namun akan dimeriahkan pula dengan Minangkabau Carnival dan pameran kerajinan serta bebagai perlombaan budaya.

" Apakah nanti Bunda Kanduang yang disalahkan saat anak-anak menikah tanpa mengenakan busana Minang. Kita mau menjaga kekayaan etnik itu," imbuh Boyeoeng.

Ditambahkan artis senior yang kini juga merambah dunia fasyen, Cyntami Atmanegara bahwa orang Minang tidak boleh tertinggal. Sehingga mereka yang tergabung dalam KDEI pusat dan Sumbar ingin memberdayakan pengrajin setempat berhasil menembus pasar nasional dan global.

" Adek-adek perlu kita tolong, dari orang miskin yang tidak punya cita-cita harus mampu mrnjadi desainer dan tampil seperti kita di Jakarta. Jadi tidak hanya desainernya tapi pengrajin juga harus sejahtera," ucap Cyntami yang kini tampil berhijab.

Beberapa desainer lain yang ikut terlibat dalam festival busana pengantin muslim etnik ini antara lain ada Itang Yunazs, Corry Kastubi, Dara Birra, Batik Sekar Setaman dari Jawa Tengah dan Ratu Anita Soviah yang merupakan istri dari Sultan Mahmud Baddarudin Salam dari Palembang, Sumatera Selatan.

Beri Komentar