Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Potty Training
Dream - Melatih anak balita untuk mengenali hasrat buang air kecil dan besar (potty training) memang bukan perkara mudah. Melepas ketergantungan akan diapers butuh pendampingan yang sabar dan konsisten.
Orangtua tentunya berperan besar dalam keberhasilan potty training. Salah satu teknik potty training yang mungkin bisa diterapkan pada si kecil yaitu teknik Fellom. Teknik ini butuh waktu tiga hari dalam penerapannya.
Bagaimana cara melakukannya? Lihat panduannya di hari pertama hingga hari ketiga.
Hari pertama
- Biarkan si kecil hanya pakai celana dalam atau celana pendek saat dalam rumah. Jangan pakaikan diapers.
- Beri makanan dengan kadar air yang tinggi, seperti susu, jus, buah serta minuman lain yang membuatnya buang air kecil lebih sering.
- Saat Anda atau pasangan ke kamar mandi untuk buang air kecil, ajak si kecil. Contohkan padanya bagaimana posisi buang air kecil dan air besar.
- Jika ia berhasil buang air kecil di toilet, berikan pujian. Tapi jika tak berhasil dan mengompol di celana jangan memarahinya.
- Sebelum tidur siang, ajak si kecil untuk ke kamar mandi.
Hari kedua
- Tetap lakukan langkah di hari pertama. Tapi di hari kedua, ajak si kecil keluar rumah di sore hari. Minta si kecil buang air kecil lebih dulu, kemudian jalan-jalan ke luar rumah. Hal ini akan mengajarkannya untuk lebih bisa mengenali hasrat buang air kecil.
- Saat keluar rumah, kenakan celana pendek berbahan nyaman pada si kecil. Jangan kenakan diapers atau celanan dalam. Tujuan utama Anda adalah membuat si kecil mencari toilet saat ia ingin buang air kecil.
- Cobalah jalan-jalan sekitar rumah, beri ia minum. Jika ia berkata ingin buang air kecil, mintalah ia menahannya hingga sampai rumah dan buang air kecil di kamar mandi.
Hari ketiga
- Tetap melakukan instruksi di hari pertama dan kedua. Namun di hari ketiga, Anda harus mengajaknya keluar dua kali, satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari.
- Tawarkan si kecil untuk buang air kecil sebelum keluar rumah.
- Lalu jalan-jalan seperti biasa dan kembali beri minuman yang cukup banyak. Saat ia ingin buang air kecil, segera kembali ke rumah
- Jika hasilnya tidak bagus dan si kecil tetap mengompol, ulangi pelatihan 6 hingga 8 minggu kemudian.
- Lakukan secara konsisten dan penuh kesabaran. Anak akan mudah mengerti jika diajarkan secara terus-menerus.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia