Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Membuat Makanan Dengan Tepung. (Source: Shutterstock)
Dream - Tepung merupakan bahan penting saat membuat kue dan beragam makanan. Jenis tepung yang tersedia di pasaran sangat beragam.
Sekilas, semua jenis tepung tampak sama. Hanya kemasan dan mereknya yang berbeda. Saat membeli tepung, pastikan Sahabat Dream memperhatikan kadar proteinnya.
Hal itu karena kadar protein tepung akan membuat hasil adonan yang berbeda. Sebelum memasak, ketahui terlebih dulu perbedaan tiga jenis protein beserta fungsinya menurut pemilik toko kue Bittersweet by Najla, Najla Bisyir.

Foto: Shutterstock
Tepung jenis ini cocok digunakan untuk membuat roti karena kandungan gluten dan daya serap airnya tinggi.
Selain itu, tepung protein tinggi juga lebih mudah dicampur dengan bahan lainnya. Sehingga, lebih mudah difermentasi.

Foto: Shutterstock
Tepung protein sedang memiliki kandungan gluten lebih rendah dibandingkan tepung protein tinggi. Daya serap airnya tidak sekuat tepung protein tinggi.
Tepung ini bisa digunakan untuk berbagai hidangan, seperti donat, bolu, atau brownies. Biasanya, tepung protein sedang seringkali hanya disebut sebagai tepung karena kadar gluten dan kandungan lainnya seimbang dibandingkan jenis tepung lain.

Foto: Shutterstock
Jika ingin membuat kue yang renyah atau cookies, gunakan tepung protein rendah. Daya serap air tepung jenis ini cukup rendah, jadi kue lebih mudah renyah dan tidak alot.
Kandungan glutennya pun cukup rendah, hanya 7-8 persen. Tepung jenis ini sulit diuleni dan tidak elastis. Jadi, jangan gunakan tepung protein rendah untuk membuat adonan yang lembut seperti roti atau bolu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya