Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Imam Buhori/Merdeka.com)
Dream- Pandemi virus Covid-19 membuat sejumlah anak didik dan lembaga pendidikan kesulitan menjalankan aktivitas belaja mengajar. Selain masih adanya tenaga pendidik 'gagap' dengan teknologi video conference, para peserta didik dari kalangan tak mampu juga terpaksa membeli gawai untuk bisa mengikuti sekolah online.
Semua ruang-ruang kelas yang biasa dipakai KBM kini beralih memelototi gawai untuk mendapat pelajar sekolah. Para anak didik maupun guru dituntut segera beradapasti dengan metode sekolah daring ini demi menghindari penularan virus corona.
Namun belajar online tak semudah yang kita bayangkan. Seperti dialami tiga siswi dari keluarga miskin di India ini. Menurut laporan setempat, ketiga siswa berprestasi ini berasal dari keluarga yang tidak mampu. Beruntungnya, mereka di kelilingi oleh tetangga-tetangga yang baik.
Beberapa penduduk setempat mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli smartphone untuk ketiga gadis itu. Bantuan itu diberikan kepada mereka agar dapat digunakan untuk belajar secara daring atau online dimasa pandemi ini.

Sayangnya, sang ayah yang merupakan pecandu minuman keras menjual ponsel itu untuk mabuk. Dilansir dari Indiatimes, Ayah mereka yang bernama Sabu memaksa ketiga putrinya untuk menyerahkan ponsel mereka.
Istrinya pun sempat menahan agar Sabu tidak mengambil ponsel yang akan digunakan ketiga putrinya untuk belajar itu.
Tapi dengan gelap mata Sabu menyerang keluarganya dan melarikan diri dengan membawa ponsel tersebut. Bahkan putri bungsu dari kelima anak mereka ketakutan melihat sang ayah menyerang keluarga mereka. Ia pun diungsikan di rumah tetangga mereka.
Akibat insiden tersebut, Sabu dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sabu ditangkap di sebuah toko kue keesokan harinya. Saat itu dia sudah menjual ponselnya kepada seseorang dan telah menggunakan uangnya untuk membeli minuman keras. Sementara istri dan putrinya dirawat di rumah sakit akibat penyerangan itu.
(Sumber : Indiatimes)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya