Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Sushi
Dream - Sulit rasanya menemukan makanan halal di Negara Muslim bukan? Jepang memang termasuk negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Tempat Ibadah dan restoran bersetifikat halal juga masih terbatas.
Segala informasi yang disediakan di Jepang memang banyak ditulis dalam huruf kanji, katakana dan hiragana. Hal ini yang menjadi bisa mengganjal bagi turis yang belum menguasai bahasa Jepang.
Nah, berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk mendapatkan makanan halal di Jepang:
Memilih makanan dan restoran
Beberapa menu khas Jepang memang relatif aman karena berbahan dasar ikan. misalnya Sushi. Namun sushi unagi dan anago umumnya sausnya menggunakan mirin dan sake. Sashimi, Soba, Udon, Tempura juga dapat dikonsumsi bagi muslim, tapi hindari penggunaan sausnya karena umumnya mengandung sake dan mirin.
Selain sake, beberapa masakan Jepang juga banyak yang menggunakan daging atau kaldu babi dalam ramuannya. Ambil saja contoh ramen, tonkatsu, gyoza, okonomiyaki, dan beberapa jenis kare. Dari daerah Okinawa banyak makanan Jepang dengan kandungan daging babi seperti Goya Campur dan Okinawa Soba.
Agar Anda ingin lebih yakin dengan makanan halal yang akan disantap, ada baiknya mengunjungi restoran negara-negara muslim yang menyajikan masakan Arab, Pakistan, Turki, atau Malaysia. Saat ini, sudah cukup banyak restoran-restoran yang menyediakan hidangan halal di kota-kota besar di Jepang.
Memilih makanan kemasan
Mempelajari beberapa kanji dan katakana menjadi bekal penting untuk mengetahui apakah makanan halal atau haram.
Untuk mengetahui apakah makanan tersebut halal dimakan, perhatikan daftar kandungan atau bumbu makanan tersebut. Umumnya terletak di bagian belakang bungkus makanan tersebut. Ada beberapa kanji dan katakana yang mencirikan makanan termasuk kategori halal atau haram yang tidak boleh dimakan sesuai fatwa perhimpunan Muslim di Jepang.
Selain menghafal beberapa hurup kanji di atas, Anda dapat pula memesan makanan halal di toko-toko yang ada di Jepang. Sejumlah toko memberikan layanan pemesanan lewat internet, menelepon atau SMS (pesan singkat). Sebagian lagi masih menyediakan model transaksi tradisionil yaitu datang langsung ke toko.
Untuk Anda yang sudah melek teknologi, kini sudah tersedia pula berbagai aplikasi yang dapat memudahkan mencari makanan dan berbagai keperluan bagi muslim di Jepang. Untuk mendapatkan info lengkapnya bisa klik tautan berikut:
(berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya