Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: Instagram.com/nila_baharuddin
Dream - Memakai kain khas Indonesia bisa jadi suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi jika kamu berkesempatan menggunakan saat traveling ke luar negeri.
Sudah banyak cerita traveler yang banyak mendapat lirikan mata dari warga lokal di beberapa negara di dunia. Mereka yang penasaran bahkan memberanikan diri bertanya tentang keunikan kain khas Indonesia yang dipakai.
Selain motifnya yang unik, kain khas Indonesia pun nyaman dipakai untuk acara formal maupun informal. Bahkan, cocok dipakai para milenial.
Tapi sebelum memakai kainnya, kamu perlu cari tahu beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih, mengolah dan merawat kain khas Indonesia.
" Sebelum beli, lihat dulu jahitan di balik pakaiannya. Berantakan atau nggak," ungkap Nila Baharuddin, Desainer Kain Etnik di The Broadway Kemang, Jakarta Selatan, Senin 11 Februari 2019.
Jika jahitannya sudah rapi, perhatian berikutnya adalah motif di belakang pakaian. " Ada yang di balik pakaiannya, motifnya pudar. Itu berarti nggak sebagus kain yang ditulis. Kalau dilihat sekilas, sama motif di depan dan belakangnya," tambah Nila.
Biasanya kain dengan kualitas seperti yang dijabarkan di atas dijual dengan harga yang cukup menguras kantong. Ini wajar karena harga menentukan proses pengerjaannya.
" Semakin bagus kainnya, semakin bagus pengerjaannya, semakin lama prosesnya dan semakin naik harganya," katanya.

Foto: Instagram.com/nila_baharuddin
Usai memilih kain, pilihlah warna netral agar mudah dicocokkan dengan berbagai warna pakaian. " Untuk koleksi pertama, pilih warna netral seperti coklat atau hitam supaya mudah dipadukan dengan banyak warna," imbuhnya.
Motifnya pun perlu kamu sesuaikan dengan bentuk tubuhmu. Untuk orang berpostur kecil sebaiknya hindari kain bermotif besar.
" Kadang suka ada yang motifnya binatang besar dan sudah memenuhi setengah kaki kita. Motif lain nggak terlihat. Jadi, yang bertubuh kecil pakai motif kecil saja," jelas Nila.
" Rata-rata, kain seperti sarung itu ukurannya 1,8 sampai 2 meter. Model basic yang bisa dibuat millenial adalah rok. Atau bisa juga buat blazer dan dipadukan dengan gaya kekinian," tuturnya.
Dengan model simpel, kain yang digunakan tidak akan terbuang banyak. Penjahit juga lebih mudah membuat model yang sesuai dengan keinginanmu.

Setelah terbiasa membuat pakaian dengan kain khas Indonesia, kamu bisa mencoba model yang sedikit rumit seperti bolero atau jaket.
" Kalau sudah terbiasa, bisa main berbagai model. Untuk atasan, bisa pakai 1 kain. Lalu, ditambahkan dengan 1 selendang. Satu kain untuk atasan itu bisa dipakai untuk yang berhijab juga," katanya.
" Untuk kain tertentu, nggak boleh dicuci. Hanya diangin-anginkan. Lagipula, kain yang sudah bagus tentunya hanya dipakai ke acara seperti wisuda atau pesta. Kalau mau dicuci, pakai sampo. Jangan pakai deterjen supaya motif, kain dan warnanya nggak rusak," jelasnya.
Selain tidak boleh dicuci, kain tidak boleh terlalu sering dilipat. Semakin sering dipakai akan semakin awet. " Harus sebulan sekali dibuka dan diangin-anginkan supaya benangnya nggak 'tidur'," tegas Nila.

Kalau tidak sering dipakai dan hanya dilipat, jahitan kain bisa rusak. " Kalau nggak dipakai, jahitan dan sambungannya malah 'brodol' karena terlalu lama disimpan. Seperti kain, kalau terlalu lama disimpan jadi kuning-kuning," tutupnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan