Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram.com/riamiranda
Dream – Setahun sudah kita dihadapkan pada pandemi Covid-19. Semua kegiatan manusia masih terbatas, termasuk perkara bisnis. Sehingga, banyak pelaku usaha mengatur ulang strategi untuk tetap bertahan, termasuk industri fashion.
“ Masa pendemi, muncul kekhawatiran banyak orang, termasuk dalam berbelanja dan daya beli juga terbilang menurun karena mereka lebih memprioritaskan kebutuhan, apa yang perlu dibeli dan apa yang tidak perlu,” tutur Owner & CMO Geoff Max Footwear, Yusuf Ramdhani, pada acara Bincang Shopee, Selasa 23 Februari 2021.
Para pelaku industri fashion dituntut menyesuaikan strategi, seperti mengembangkan produk 'quarantine fashion'. Meski demikian, tidak semua orang sukses beradaptasi. Tapi jangan khawatir, Ria Miranda, Fashion Designer & Creative Director Brand RiaMiranda, memberikan beberapa tips agar bisa sukses beradaptasi di tengah pandemi.
Mengatur ulang skenario keuangan
Adanya kondisi pandemi, tentu terjadi perubahan yang signifikan terhadap operasional bisnis secara keseluruhan dan diperlukannya penyesuaian akan hal tersebut.
Yang harus dikonsiderasi adalah usaha untuk merestrukturisasi ulang cash flow serta target bisnis agar bisa sesuai dengan keadaan.
Membangun komunikasi yang baik dengan tim internal
Tidak mungkin seorang menjalankan bisnis sendiri, penting untuk adanya arus komunikasi yang baik antar tim internal agar bisa saling membantu memahami kondisi yang ada serta beradaptasi bersama dengan tujuan akhir yang sama.
Kondisi pandemi berpengaruh cukup besar terhadap menurunnya penjualan produk-produk fashion.
Maka dari itu, sebagai pegiat bisnis harus bisa pintar mengatur jumlah produksi seefisien mungkin, sesuai dengan kebutuhan dengan jumlah yang terbatas.
Optimalkan digitalisasi
Semakin banyak orang yang mulai bergantung dan mengandalkan pada platform digital, pegiat bisnis fashion harus bisa memanfaatkan momentum untuk lebih menginvestasikan bisnis dari segi digital, seperti melakukan virtual trunk show dan live shopping.
Manfaatkan pula platform e-commerce, seperti Shopee untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia.
Menjadi brand yang solutif
Agar bisa menjadi brand yang sukses, harus memiliki value untuk selalu menjadi solusi bagi setiap permaslahan dan kebutuhan masyarakat atau pelanggan, serta menjadi brand yang baik untuk sesama.
Ini semua bisa tercermin melalui koleksi yang diluncurkan brand, harus selalu berinovasi menghasilkan produk-produk yang bernilai kebaikan.
(Laporan: Josephine Widya)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Shell Retail Indonesia bekerja sama dengan Gojek dalam menghadirkan layanan yang tepat untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Sekarang, konsumen dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah dan nyaman menggunakan GoPay di SPBU Shell.
" Melalui penguatan layanan digital yang kami hadirkan di SPBU Shell, kami yakin akan mempermudah dalam melakukan transaksi sekaligus memberikan kenyamanan kepada pelanggan, kolaborasi Shell Retail Indonesia dan Gojek melalui Layanan digital GoPay," kata Vanda Laura, VP Marketing Shell Retail Indonesia dalam rilis yang diterima.
Selain Gopay, layanan Gofood juga hadir untuk pelanggan bisa membeli makanan dan minuman yang tersedia di Shell Select deli2go.
" GoFood yang kami hadirkan di SPBU Shell ini, merupakan salah satu cara kami untuk bergerak cepat dalam beradaptasi dengan pergeseran gaya hidup saat ini terutama pada kondisi pandemi yang masih berlangsung," katanya lagi.

© © Dream.co.id
Kolaborasi Gojek dan Shell Retail Indonesia tidak hanya memudahkan pelanggan Shell,
tetapi juga memberikan manfaat bagi Mitra Gojek berupa voucher pembelian.
“ Gojek telah bekerja sama dengan Shell melalui program Gojek Swadaya, yang memberikan kesempatan pada para Mitra driver di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung, dan Surabaya untuk memperoleh voucher potongan harga pada pembelian oli Shell Advance dan bensin di SPBU Shell,” kata Audrey P Petriny, VP of Corporate Communications Gojek.
Untuk memperkenalkan metode pembayaran baru melalui GoPay, Shell Retail Indonesia dan Gojek menghadirkan promo berupa dua Voucher Cashback GoPay senilai masing-masing 10%, maksimum Rp 15.000.
Juga satu buah voucher harga spesial untuk Layanan Desinfeksi Kendaraan sebagai reward mission untuk pelanggan yang bertransaksi minimum Rp 20.000 dengan GoPay di SPBU Shell hingga 31 Desember 2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya