Seoul Fashion Week (Instagram @lenimida)
Dream - Tak hanya soal kecantikan, perkembangan fashion juga berkembang pesat di Korea Selatan. Buktinya, Negeri Gingseng itu menjadi tuan rumah untuk gelaran mode dunia, Seoul Fashion Week pada 20-23 Maret 2018.
Sejumlah desainer lokal turut menampilkan karya mereka pada gelaran ini. Tak hanya karya-karya spektakuler dari para desainer, para pengunjung antusias dengan memberikan tampilan terbaiknya yang sangat inspiratif.
Penasaran tren seperti apa yang mewarnai Seoul Fashion Week 2018? Yuk, intip berikut ini:
1. Chunky Sneakers
Tampaknya kaum milenial wajib punya ite fashion satu ini. Sepatu bergaya klasik ini kembali menjadi tren di tahun 2018. Terbukti, para penggemar fashion pun tak segan-segan menggunakan sepatu ini.
2. Oversize Blazer
Blazer juga menjadi salah satu fashion item favorit para pengunjung yang menghadiri Seoul Fashion Week. Namun kali ini blazer mendapat twist berbeda dengan ukuran yang besar sehingga terlihat lebih stylish saat digunakan.
3. Monokrom
Gaya monokrom juga jadi andalan yang bisa Sahabat Dream tiru. Jangan ragu untuk menggunakan satu atau dua warna. Jangan lupa untuk menambahkan aksesori pemanis untuk menambah pernyataan.
© Dream
Dream – Koleksi batik klasik dari rumah batik Iwan Tirta, memiliki aura khas. Augeste Soesatro, desainer dari brand Kraton mengolahnya menjadi sebuah adibusana yang memukau.
Perpaduan keindahan batik Iwan Tirta dan tangan dingin Augeste dipamerkan dalam Plaza Indonesia Fashion Week 2018.
Augeste bercerita kalau mengolah material batik Iwan Tirta dengan sangat hati-hati. Mengolahnya menjadi busana elegan kekinian dengan mempetimbangan kualitas bahan.
“ Kita selalu approaching dari bahan. Bahannya apa, bahan ini berbicara apa, mau diapakan dan bisa diadaptasi bagaimana dalam vocabulary kita,” ungkap Auguste di Plaza Indonesia, Jumat 24 Maret kemarin.
Motif khas Iwan Tirta yang sangat kuat, membuat Auguste tidak perlu menambah ornamen maupun motif tambahan. Justru motif tersebut yang ingin ditonjolkannya.
“ Batiknya sendiri memang klasiknya Iwan Tirta. Ciri khasnya dari awal berdiri. Saya tidak perlu memberikan detail lain yang malah merusak. Kekuatan kita adalah tailoring. Jadi, penggabungan motif klasiknya Iwan Tirta dengan tailoring kita,” jelas pria 31 tahun itu.
Kolaborasi batik Iwan Tirta dan Auguster menampilkan 18 tampilan berupa two piece, yang dipersiapkan sejak Desember 2017 lalu. Proses kolaborasi ini diakui cukup lama disiapkan oleh Auguste. Ada tantangan tersendiri yang dialaminya.
" Batiknya Iwan Tirta tuh, besar-besar sekali. Batik tuh, sebenarnya susah dipotong. Apalagi di-tailor. Dan cutting saya selalu clean cut. Siluetnya ada yang agak fitted, ada yang blouse.Karena, menurut saya udah nggak zaman orang pakai yang ketat-ketat,” tuturnya.
Advertisement