Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Instagram @bagasnitorang
Dream - Ulos menjadi salah satu kain warisan Indonesia yang dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera Utara. Kain tradisional ini sering kali dipakai masyarakat Batak ketika menghadapi acara-acara penting bersama keluarga.

“ Kehidupan kita sebagai orang Batak sangat erat kaitannya dengan ulos. Mulai dari kelahiran, pernikahan hingga kematian, ulos adalah bagian besar dari hidup kami,” jelas Torang Sitorus pada konferensi virtual Apurva, Senin 18 Juli 2022.
Meski berasal dari tanah Batak, tentunya kain ulos tidak hanya bisa dipakai oleh masyakarat Sumatra Utara saja. Hampir setiap orang yang menyukai kain tradisional ini bisa memakainya dari berbagai generasi manapun.
Meski berakar dari budaya batak, bukan berarti ulos selalu lekat denan kesan kuno. Dalam perkembangannya saat ini kain ulos sudah didesain mengikuti tren yang berkembang di setiap zamannya. Potongan hingga warna kain ulos senantiasa up-to-date dan cocok untuk berbagai generasi.
Salah satu desainer yang mengangkat ulos pada koleksi rancangannya adalah Torang Sitorus.
Tak hanya perancang busana, Torang Sitorus dikenal sebagai kolektor ulos terkemuka. Sedikitnya ada 2.000 lembar ulos yang telah dikoleksi Torang. Sebagai seorang keturunan Batak, Torang Sitorus telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kain tradisional, sekaligus membantu para pengrajin lokal di wilayah tersebut.
Torang Sitorus menampilkan karyanya yang bertajuk 'Magnificent Toba for the World'. Ia menampilkan 30 koleksi Ulos di The Apurva Kempinski Bali pada 17 Juli 2022 lalu.

“ Koleksi kemarin ada tiga kain yang kami tampilkan, salah satunya wedok ulos yang dikenal sebagai sangat asli, bahan serat alam yang dikerjakan ibu-ibu di toba,” jelas Torang Sitorus.
Karya ini telah membawa Torang dinobatkan sebagai salah satu dari 75 ikon prestasi Pancasila pada tahun 2020.
Kolaborasi ini tentunya menjadi wadah untuk desainer menunjukan koleksinya ke turis mancanegara yang sedang berkunjung ke Bali.

" Berkolaborasi dengan Kempinski ini jadi jalan untuk Toba untuk memperkenalkan ulos ke mata dunia. Karena seperti yang diketahui Bali menjadi pintu masuknya internasional,” tambah Torang.
Fashion show ini diadakan sebagai bagian dari kampanye Unity in Diversity atau 'Bhinneka Tunggal Ika', sebuah program yang mengangkat budaya dan warisan dari 7 pulau besar di Indonesia.

“ Indonesia adalah negara yang sangat kaya, dan melalui gerakan Unity in Diversity, kami mencoba menceritakan kisah-kisah dari berbagai bagian bangsa,” kata Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun