Inilah Tren Wisata Muslim Terkini di Asia

Reporter : Editor Dream.co.id
Rabu, 23 April 2014 12:58
Inilah Tren Wisata Muslim Terkini di Asia
Tren Wisata Muslim di Asia. Inilah yang Dilakukan Pemerintah Jepang, China dan Taiwan Memikat Wisatawan Muslim.

Seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, makin banyak orang dari negeri ini ingin berwisata ke luar negeri. 

Kondisi ini membuat turis asal Indonesia jadi incaran sejumlah negara-negara di Asia, terutama Jepang, China dan Taiwan.

Kalangan operator jasa wisata di tiga negara itu jor-joran menawarkan paket plesir. Tapi mereka sadar, menarik minat turis asal Indonesia, terutama yang beragama Islam, bukan perkara mudah dan jadi tantangan tersendiri.

Banyak turis Indonesia beragama muslim sulit mencari tempat-tempat makan halal di Jepang, China, maupun Taiwan. Lalu mereka juga kesulitan mencari tempat beribadah selama berwisata.

Kendala itu belakangan diatasi oleh pemerintah dan para operator wisata setempat. Mereka mulai gencar mempromosikan wisata muslim.

Seperti memperkenalkan tempat-tempat wisata muslim, membuka restoran-restoran yang menyajikan hidangan halal, membangun tempat ibadah hingga bekerja sama dengan sejumlah penginapan yang memperhatikan kebutuhan khusus bagi tamu muslim.

1 dari 4 halaman

Jepang

Jepang © Dream

Negeri Sakura itu telah lebih dulu mempromosikan wisata muslim, demi mendorong potensi pariwisata mereka.

Tapi yang jadi konsentrasi penuh adalah menyediakan makanan halal. Sebenarnya, hampir seluruh daerah pariwisata di Jepang dapat dikunjungi wisatawan muslim.

Namun, terdapat salah satu daerah yang khusus melayani paket wisata muslim, yakni Prefektur Yamanashi.

Meskipun belum ada penerbangan langsung dari Jakarta menuju Yamanashi, namun daerah yang khas dengan Gunung Fuji itu dapat dicapai dengan kereta selama satu setengah jam dari Tokyo atau dua jam dengan mobil.

Anda juga bisa mengunjungi masjid yang ada di Osaka, Kobe, Tokyo, Otsuka. Setiap makanan halal di sana juga telah mendapatkan sertifikasi dan pengawasan dari Japan Halal Association (JHA).

Mengutip data Japan National Tourism Organization (JNTO), jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang sepanjang 2013 mencapai 136.797 orang. Angka itu, sudah naik dari 2012 dan 2011 yang masing-masing berjumlah 100 ribuan dan 60 ribu.

2 dari 4 halaman

Tiongkok

Tiongkok © Dream

Negeri Tirai Bambu juga tak mau kalah promosikan wisata muslim dengan sejumlah destinasi menarik. Salah satunya daerah Ningxia, wilayah yang mayoritas dihuni muslim Tiongkok.

Melansir China.org, di tempat ini terdapat desa muslim bernama New Mosleem Village, tempat tinggal suku Hui, penduduk China yang beragama Islam. Tercatat dari 20 juta muslim di negara itu setengahnya berasal dari etnis Hui.

Di desa itu, seluruh penghuninya mengenakan pakaian muslim. Di sini wisatawan dapat mengamati kehidupan sehari-hari mereka dan mengunjungi sekolah muslim khusus wanita.

Destinasi lainya yang cukup populer lainnya adalah masjid berkubah emas, Najia Great Mosque, masjid terbesar di Yinchuan, Ningxia. Wisatawan yang masuk diminta mengenakan pakaian Muslim.

Kemudian Sungai Kuning, Zhongwei. Sungai ini terbentang sepanjang 5.464 km. Keberadaannya menjadi terpanjang keenam di dunia.

Traveler bisa mengarungi sungai ini di salah satu spot wisata Muslim, yakni Shapotou Tourist Site. Menggunakan perahu tradisional China, wisatawan akan berlayar menikmati derasnya aliran sungai.

Ada juga Chinese Yellow River Altar yang arsitekturnya memperlihatkan perpaduan budaya China kuno dengan Muslim, di mana salah satu gerbang memiliki kubah layaknya masjid.

Bagi yang ingin berwisata naik unta di gurun pasir bisa mengunjungi Desert Shahu Scenic Spot, Shizuishan atau Shapotou.

3 dari 4 halaman

Taiwan

Taiwan © Dream

Umat muslim di Taiwan jumlahnya cukup banyak, tercatat mencapai 60 ribu orang. Tak heran wisatawan Indonesia yang mayoritas muslim jadi target promosi wisata.

Banyak agen travel Taiwan yang membuka tur wisata muslim. Sederet destinasi wisata, penginapan hingga makanan telah disiapkan agar ramah bagi wisatawan muslim.

Tak hanya itu jadwal tur juga dibuat fleksibel dan menyediakan waktu bagi wisatawan menunaikan ibadah salat lima waktu.

Objek wisata andalan adalah Taipei 101, merupakan gedung tertinggi kedua di dunia. Wisatawan muslim juga bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah, salah satunya National Palace Museum. Koleksi peninggalan Islam berumur lebih tua dibanding peninggalan di Indonesia.

Taipei Economic and Trade Office (TETO) mencatat jumlah kunjungan wisatawan Indonesia mencapai 171.299 orang pada 2013. Jumlah ini meningkat 4,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 163.598 orang.

4 dari 4 halaman

Kisaran Harga

Kisaran Harga © Dream

Kisaran harga tur wisata muslim cukup beragam, tergantung dari paket yang ditawarkan agen travel.

Misalnya, paket FIT (Free Independent Travelers) yang memungkinkan Anda dapat bepergian dengan jumlah minimum 2 orang saja, untuk waktunya Anda dapat tentukan sendiri.

Kemudian paket Grup, memungkinkan Anda dapat berangkat dengan jumlah minimal tertentu yang waktu pelaksanaannya telah ditentukan sebelumnya.

Terakhir, paket Private yang memberikan Anda fasilitas tour berbeda dan tidak digabung dengan peserta lainnya selama tour berlangsung, biasanya harga lebih mahal dibanding paket FIT dan Grup.

Agar lebih hemat, ada baiknya mencari paket promo. Namun, tawaran ini sering berlaku saat tidak musim liburan, waktu yang ditentukan juga terbatas.

Sebagai contoh, paket promo wisata muslim ke Beijing, China selama 3 hari 2 dua malam, rata-rata ditawarkan sebesar US$226 setara Rp2,6 juta (belum termasuk tiket pesawat dan visa).

Dengan paket ini Anda sudah bisa fasilitas hotel bintang 4 dan berjelajah seru jejak Islam di Beijing.

Tapi perlu diingat, tergoda harga murah jangan sampai Anda justru tertipu. Pasti agen perjalanan yang dipilih memiliki koneksi luas dengan industri pariwisata.

Beri Komentar