Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (FOTO: SHUTTERSTOCK)
DREAM.CO.ID - Banyak orang tua di Indonesia mengenal bawang merah sebagai salah satu bahan alami untuk membantu meredakan demam pada anak. Tradisi ini sudah diwariskan turun-temurun. Namun pertanyaannya, apakah teknis pengobatan ini benar-benar bisa menurunkan panas?
Untuk mengobati penyakit panas, para ibunya biasanya memanfaatkan bawang merah dengan cara diiris atau ditumbuk lalu dicampur dengan minyak telon atau minyak kelapa. Selanjutnya, campuran cairan tersebut dioleskan ke tubuh anak, terutama di bagian punggung, dada, dan telapak kaki.
Aromanya diyakini memberi efek hangat dan membantu anak lebih nyaman. Meski demikian, belum ada bukti ilmiah yang memastikan bawang merah mampu menurunkan suhu tubuh secara langsung.
Efek hangat yang muncul biasanya hanya membuat anak terasa lebih rileks, sehingga orang tua mengira panasnya mereda.
Dilansir dari laman Alodokter, pada dasarnya bawang merah memang mengandung beberapa zat bermanfaat. Di antaranya antioksidan, minyak atsiri, dan senyawa anti radang ringan. Meski begitu, manfaat ini baru bisa dirasakan jika bawang merah dikonsumsi, bukan dioles ke permukaan kulit.
Penggunaan bawang merah untuk obat penurunan panas sebenarnya tidak dilarang. Namun, para orangtua tetap harus memperhatikan beberapa hal.
Orang tua harus memastikan kulit anaknya tidak sensitif atau mengalami iritasi. Bawang merah juag disarankan tidak digunakan pada luka terbuka. Hal lebih penting adalah orang tua tetap harus memantau kondisi anak secara keseluruhan meski telah dioles minyak bawang merah.
Untuk penerapannya pada bayi dan balita, dokter juga menyarankan agar bawang merah tidak dioleskan secara langsung bila memiliki kulit sensitif. Hal ini untuk mencegah beberapa efek samping seperti iritasi kulit serta risiko alergi.
Cara menurunkan panas anak dengan bawang merah yang aman yakni, memilih bawang merah yang masih segar dan tidak busuk. Lalu, cuci bersih dan haluskan bawang merah. Pastikan alat yang digunakan untuk menghaluskan bawang merah bersih.
Kemudian, campurkan bawang merah dengan minyak alami dan usap secara tipis ke area punggung, dada, atau telapak kaki anak. Hindari mengoleskan campuran bawang merah dan minyak ke daerah wajah, leher, atau kulit yang sedang luka.
Kesimpulannya, bawang merah bisa digunakan sebagai pendamping untuk membuat anak lebih nyaman, tetapi bukan metode medis yang terbukti menurunkan panas secara langsung. Orang tua tetap perlu mengutamakan penanganan demam yang tepat dan memastikan kondisi anak terpantau dengan baik.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya