Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bus Kayu Prayun. (Foto: Otosia)
Dream – Transportasi di setiap daerah memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Salah satunya berasal dari Tanjung Karimun, Kepulauan Riau.
Dikutip dari akun Facebook PT Timah Tbk, Senin 6 Juli 2020, di Tanjung Karimun, ada sebuah bus kayu. Bus ini bernama Bus Kayu Prayun.
“ Sesuai dengan namanya, bus ini berasal dari satu daerah yang bernama Prayun dari Kabupaten Karimun saat ini,” tulis PT Timah.

Tak jauh berbeda dengan bus Pownis yang ada di Museum Timah Indonesia, yang menjadi keunikan bus ini adalah nuansa kayu yang kental di body-nya.
“ Perpaduan antara besi dan ornamen kayu yang menambah kesan kearifan lokal Indonesia,” tulis Timah.
Sekadar informasi, bus kayu dimanfaatkan untuk membawa para pekerja Timah. Kini, bus tersebut dimanfaatkan sebagai sarana transportasi pariwisata di daerah Karimun.
Dream – Saat berbelanja online, ada saja hal-hal absurd tak direncanakan yang terjadi. Kamu mungkin pernah mengalami salah memasukan jumlah barang yang akan dibeli. Kalau barang itu harganya murah, tentu tak jadi masalah. Tapi apa jadinya jika harganya selangit.
Kejadian inilah yang dialami seorang pria di Jerman saat hendak membeli satu unit mobil yang sedang jadi tren dunia, tesla. Pria ini ingin memesan Tesla Model 3 namun karena kesalahan pesanannya malah berubah menjadi 28 unit.
![]()
Dikutip dari Auto Evolution, Jumat 3 Juli 2020, cerita ini berawal dari seorang pengguna Reddit, Ballon Man, bercerita dia dan ayahnya ingin membeli mobil anyar. Mereka ingin mengganti kendaraan lama keluarganya, Ford Kuga.
Ballon Man memilih membeli Tesla Model 3 secara online karena Jerman memberikan insentif cashback untuk kendaraan listrik. Ayah dan anak itu membeli Tesla sesuai dengan prosedur.
Ballon Man dan ayahnya mengisi formulir dengan benar dan menekan tombol konfirmasi. Tapi, tak ada hasil apa pun. Merasa pembeliannya gagal, keduanya mengulangi prosesnya hingga berulang-ulang.
Tindakannya ini malah membuat tagihan administrasi mereka membengkak jadi 2.800 euro (Rp44,75 juta). Diketahui bahwa biaya administrasi satu unit mobil sebesar 100 euro (Rp1,59 juta).
Total pembelian mobil pun menjadi 1,4 juta euro (Rp22,38 miliar).
Mereka semakin panik karena ketentuan Tesla menyebutkan dana awal saat pemesanan dibatalkan tak bisa dikembalikan.
Untungnya permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Pihak Tesla menghubungi Ballon Man dan ayahnya.
Dikatakan bahwa semua biaya pemesanan sebesar 2.800 euro dikembalikan dan pesanan telah dibatalkan. Tesla menyarankan keduanya memesan ulang dan memastikan tak ada lagi kesalahan sistem. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya