Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Jerawat (Foto: Shutterstock)
Dream - Melihat jerawat atau komedo memenuhi hidung dan dagu memang membuat gemas. Rasanya ingin segera memencet dan mengeluarkan isinya.
Bagi banyak kaum Hawa, bisa mengeluarkan komedo atau isi jerawat, jadi keberhasilan dan obsesi tersendiri.
Video-video proses mengeluarkan jerawat dan komedo pun banyak berseliweran di media sosial. Salah satu yang sangat populer adalah YouTube Channel milik dr. Sandra Lee atau akrab disapa dr. Pimple Popper.
Jumlah subscriber-nya mencapai 4,8 juta. Mungkin Sahabat Dream bingung, apa yang membuat banyak orang menyukai video pembersihan jerawat?
Abigail Cline, M.D., Ph.D. dari Pusat Penelitian Dermatologi di Wake Forest School of Medicine, berusaha mencari jawabannya. Menurutnya, orang senang menyaksikan video memencet jerawat karena mencari kepuasan dan ingin mempraktikan pada jerawat yang dimilikinya.
Mereka bisa membersihkan tubuh mereka dari sesuatu yang mengganggu. " Orang lain mungkin menikmati aspek ekstraksi (memencet) yang aneh dan merasakan daya tarik yang aneh ketika mereka melihat nanah yang keluar," kata Cline, dikutip dari Men's Health.
Selain itu, lanjut Cline, saat menonton video memencet jerawat, beberapa orang merasa bahagia, sementara yang lain merasakan mual.
Menurut penelitian dari Inggris, ketika orang memencet jerawat ada perasaan jijik dengan kondisi kulit orang lain sebagai mekanisme pertahanan melawan infeksi. Namun, dalam dosis kecil dan terkontrol, rasa jijik itu bisa memuaskan.
" Konsep 'masokisme sedikit lembut' menggambarkan bagaimana manusia tertarik pada pengalaman yang menghasilkan emosi yang tidak diinginkan, seperti jijik," kata Cline.
Hal ini juga berlaku di film. Menurut riset, masokisme yang sedikit lembut juga membuat film-film menyeramkan jadi lebih menarik.

Penelitian LaFrance tentang jerawat juga menghasilkan teori bahwa manusia tertarik dengan apa yang ada di bawah kulit, cairan tubuh, dan bagian-bagian lain yang biasanya tidak kita lihat.
Menurutnya memecahkan jerawat membuat orang merasa bisa menembus penghalang antara bagian luar dan bagian dalam tubuhnya. " Saya pikir ada sesuatu yang naluriah tentang itu," ujar LaFrance.
Ketika seseorang menonton orang lain 'menyerang' jerawatnya di video, ia mungkin mengaktifkan perasaan kontrol dan daya tarik yang sama. Orang yang melihat orang lain memencet jerawat tahu kalau itu tidak memiliki konsekuensi ke kulitnya sendiri.
Laporan: Melly Febrida/ Liputan6.com
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya