Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gunung Gede Pangrango (Foto: Instagram @wibisono.ari)
Dream - Beredar foto Gunung Gede Pangrango yang terlihat besar dan jelas dari Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Banyak netizen membahas keaslian foto tersebut.
Foto itu milik Ari Wibisono, yang diunggah ulang oleh akun resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut membagikan unggahan Dinas LH DKI itu di Instagram Storynya.
" Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan kualitas udara sedang bersih Jakartans," tulis Ari Wibisono di akun Instagram @wibisono.ari, Rabu 17 Februari 2021.
Jepretan Ari Wibisono ini menjadi bahan perbincangan di media sosial karena penampakan Gunung Gede Pangrango yang terlihat sangat besar. Terkait sorotan itu, Ari Wibisono lalu memberi penjelasan.
" Sempat ramai dibahas bahwa foto saya adalah tempelan gunungnya. Saya jelaskan ini foto hasil real saya di Kemayoran, Jakarta Pusat," tulis Ari Wibisono dalam unggahan Instagramnya.
Dia mengaku memotret dengan zoom 260mm. Foto dijepret dari Flyover Jl HBR Motik Kemayoran, Jakarta Pusat. Ari Wibisono menampilkan koordinat lokasi pemotretan.
Ari Wibisono juga memperlihatkan EXIF file fotonya. Selain itu, dia menunjukkan hasil jepretan di lokasi yang sama sebelumnya. Dia pernah memotret dengan lensa 100mm dan drone.
Ari Wibisono kemudian mengunggah hasil jepretan Gunung Gede Pangrango karya fotografer lain yang juga terlihat besar.
" Sebelum mengkoreksi sebuah karya, boleh dicoba dengan tempat yang sama dan lensa yang sama ukurannya. Saya jamin di titik itu ketika udara bersih ibukota Gunung Gede Pangrango akan terlihat jelas dengan mata telanjang," tulisnya.
View this post on Instagram
Sebelumnya Plt Kepala Dinas LH DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, dalam beberapa hari terakhir memang pandangan langit Jakarta tidak lagi berkabut karena polusi. Bahkan, Gunung Gede Pangrango bisa terlihat dari Jakarta.
" Pandemi telah menunjukkan kepada kita bahwa masih ada harapan untuk lingkungan hidup yang lebih baik," kata Syaripudin, Rabu 17 Februari 2021.
Syaripudin melanjutkan Pemprov DKI turut melakukan pembatasan aktivitas kepada warga, baik di tempat kerja, fasilitas sosial dan fasilitas umum, transportasi umum, serta fasilitas lainnya.
Pembatasan ini bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Dengan rendahnya mobilitas warga Ibu Kota yang bepergian ke luar rumah, kata Syaripudin, pencemaran udara dari kendaraan umum dan tempat industri menjadi berkurang.
Selain itu, sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov DKI juga mendorong warga beralih ke transportasi umum. Pemprov DKI juga menetapkan wajib uji emisi bagi kendaraan bermotor.
" Kami juga mengerjakan perluasan MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi, dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota. Dan mulai menerapkan uji emisi di berbagai wilayah untuk menuju udara bersih Jakarta," ujarnya.
Salah satu yang meragukan foto itu adalah Arbain Rambey. " Ini foto tempelan," tulis Arbain Rambey di Twitter.
Menurut fotografer senior itu, untuk mendapatkan gambar Gunung Gede Pangrango sebesar itu harus dilakukan dengan memotret dari jarak jauh.
" Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tidak memakai tele panjang," tambah Arbain Rambey.
Melalui Instagram, Ari Wibisono memberi klarifikasi tudingan itu. Dia sangat menyayangkan tudingan Arbain Rambey tersebut.
" Yang sangat saya kecewakan ada fotografer senior memberikan statement bahwa Foto Saya " TEMPELAN" Gunung Gede Itu Tempelan, Baik saya berkolaborasi dengan mas Rifky Widianto @rfkyw dengan memaparkan file Asli Jepretan saya, Hasil Kerja Keras dan mengabarkan kepada warga Jakarta tentang Kondisi #JakartaLangitBiru," tulis dia.
Unggahan Ari Wibisono itu kembali mendapat banyak komentar. Ada yang pro, ada pula yang kontra.
" Di postingan sebelumnya orang-orang nanya pake gear apa, kamu jawab sony A7, pake berapa lensa mm , kamu jawab 400mm, keluar klarifikasi exifnya pake Nikon D7100 dan Lensanya Nikon 55mm-300mm, exifnya juga menjelaskan ini diambil pada posisi 260mm," tulis akun @aresjonekson.
" @aresjonekson POKOKNYE GUE CUMAN PERCAYE AME TUKANG POTO KELILING NYANG MAKE SEPEDE, HASILNYE ASLI KAGAK BISA DIATUR-ATUR LAGI AME POTO APLIKASI," tulis @pudjibas.
" Dari segi photography nggak ada yang salah dalam photo ini yang keliru adalah narasinya yang seolah-olah membodohi publik," komentar @husseinalwasim.
" Sepertinya dia tidak terima kalau Jakarta yg sekarang lebih baik lebih bagus dan lebih sehat," tulis @abay_nazrul.
" Saya si orang awam yaa , gak ngerti soal fotografi , yg saya tau dan karna sy tinggal di kebon kosong Kemayoran latarbelakang gunung itu memang benar adanya terlihat dr jalan Benyamin Sueb arah pasar Jiung atau galur , jelas kelihatan jika cuaca sedang bagus seperti habis hujan , pagi-pagi kadang sore juga kelihatan , dan latar belakang gunung itu bukan tempelan... Tapii memang GK sebesar foto yg viral itu , sekali lg latarbelakang gunung nya asli bukan tempelan," komentar @dltyah.
" Jangan patah semangat bang. Biarkan saja, biasa permainan untuk mencapai sesuatu. Ditunggu foto spekta selanjutnya," komentar @reraykaa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya