Viral Foto Gunung Gede Pangrango Tampak Jelas di Jakarta, Netizen Berdebat Panas

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 18 Februari 2021 10:30
Viral Foto Gunung Gede Pangrango Tampak Jelas di Jakarta, Netizen Berdebat Panas
Banyak yang menyangsikan. Sampai-sampai fotografer senior ikut berdebat.

Dream - Beredar foto Gunung Gede Pangrango yang terlihat besar dan jelas dari Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Banyak netizen membahas keaslian foto tersebut.

Foto itu milik Ari Wibisono, yang diunggah ulang oleh akun resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut membagikan unggahan Dinas LH DKI itu di Instagram Storynya.

" Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan kualitas udara sedang bersih Jakartans," tulis Ari Wibisono di akun Instagram @wibisono.ari, Rabu 17 Februari 2021.

 

1 dari 5 halaman

Klarifikasi Fotografer

Jepretan Ari Wibisono ini menjadi bahan perbincangan di media sosial karena penampakan Gunung Gede Pangrango yang terlihat sangat besar. Terkait sorotan itu, Ari Wibisono lalu memberi penjelasan.

" Sempat ramai dibahas bahwa foto saya adalah tempelan gunungnya. Saya jelaskan ini foto hasil real saya di Kemayoran, Jakarta Pusat," tulis Ari Wibisono dalam unggahan Instagramnya.

Dia mengaku memotret dengan zoom 260mm. Foto dijepret dari Flyover Jl HBR Motik Kemayoran, Jakarta Pusat. Ari Wibisono menampilkan koordinat lokasi pemotretan.

2 dari 5 halaman

Ari Wibisono juga memperlihatkan EXIF file fotonya. Selain itu, dia menunjukkan hasil jepretan di lokasi yang sama sebelumnya. Dia pernah memotret dengan lensa 100mm dan drone.

Ari Wibisono kemudian mengunggah hasil jepretan Gunung Gede Pangrango karya fotografer lain yang juga terlihat besar.

" Sebelum mengkoreksi sebuah karya, boleh dicoba dengan tempat yang sama dan lensa yang sama ukurannya. Saya jamin di titik itu ketika udara bersih ibukota Gunung Gede Pangrango akan terlihat jelas dengan mata telanjang," tulisnya.

      View this post on Instagram      

A post shared by Ari Wibisono ???????? (@wibisono.ari)

 

3 dari 5 halaman

Sebelumnya Plt Kepala Dinas LH DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, dalam beberapa hari terakhir memang pandangan langit Jakarta tidak lagi berkabut karena polusi. Bahkan, Gunung Gede Pangrango bisa terlihat dari Jakarta.

" Pandemi telah menunjukkan kepada kita bahwa masih ada harapan untuk lingkungan hidup yang lebih baik," kata Syaripudin, Rabu 17 Februari 2021.

Syaripudin melanjutkan Pemprov DKI turut melakukan pembatasan aktivitas kepada warga, baik di tempat kerja, fasilitas sosial dan fasilitas umum, transportasi umum, serta fasilitas lainnya.

Pembatasan ini bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Dengan rendahnya mobilitas warga Ibu Kota yang bepergian ke luar rumah, kata Syaripudin, pencemaran udara dari kendaraan umum dan tempat industri menjadi berkurang.

Selain itu, sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov DKI juga mendorong warga beralih ke transportasi umum. Pemprov DKI juga menetapkan wajib uji emisi bagi kendaraan bermotor.

" Kami juga mengerjakan perluasan MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi, dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota. Dan mulai menerapkan uji emisi di berbagai wilayah untuk menuju udara bersih Jakarta," ujarnya.

 

4 dari 5 halaman

Salah satu yang meragukan foto itu adalah Arbain Rambey. " Ini foto tempelan," tulis Arbain Rambey di Twitter.

Menurut fotografer senior itu, untuk mendapatkan gambar Gunung Gede Pangrango sebesar itu harus dilakukan dengan memotret dari jarak jauh.

" Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tidak memakai tele panjang," tambah Arbain Rambey.

Melalui Instagram, Ari Wibisono memberi klarifikasi tudingan itu. Dia sangat menyayangkan tudingan Arbain Rambey tersebut.

" Yang sangat saya kecewakan ada fotografer senior memberikan statement bahwa Foto Saya " TEMPELAN" Gunung Gede Itu Tempelan, Baik saya berkolaborasi dengan mas Rifky Widianto @rfkyw dengan memaparkan file Asli Jepretan saya, Hasil Kerja Keras dan mengabarkan kepada warga Jakarta tentang Kondisi #JakartaLangitBiru," tulis dia.

 

5 dari 5 halaman

Unggahan Ari Wibisono itu kembali mendapat banyak komentar. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

" Di postingan sebelumnya orang-orang nanya pake gear apa, kamu jawab sony A7, pake berapa lensa mm , kamu jawab 400mm, keluar klarifikasi exifnya pake Nikon D7100 dan Lensanya Nikon 55mm-300mm, exifnya juga menjelaskan ini diambil pada posisi 260mm," tulis akun @aresjonekson.

" @aresjonekson POKOKNYE GUE CUMAN PERCAYE AME TUKANG POTO KELILING NYANG MAKE SEPEDE, HASILNYE ASLI KAGAK BISA DIATUR-ATUR LAGI AME POTO APLIKASI," tulis @pudjibas.

" Dari segi photography nggak ada yang salah dalam photo ini yang keliru adalah narasinya yang seolah-olah membodohi publik," komentar @husseinalwasim.

" Sepertinya dia tidak terima kalau Jakarta yg sekarang lebih baik lebih bagus dan lebih sehat," tulis @abay_nazrul.

" Saya si orang awam yaa , gak ngerti soal fotografi , yg saya tau dan karna sy tinggal di kebon kosong Kemayoran latarbelakang gunung itu memang benar adanya terlihat dr jalan Benyamin Sueb arah pasar Jiung atau galur , jelas kelihatan jika cuaca sedang bagus seperti habis hujan , pagi-pagi kadang sore juga kelihatan , dan latar belakang gunung itu bukan tempelan... Tapii memang GK sebesar foto yg viral itu , sekali lg latarbelakang gunung nya asli bukan tempelan," komentar @dltyah.

" Jangan patah semangat bang. Biarkan saja, biasa permainan untuk mencapai sesuatu. Ditunggu foto spekta selanjutnya," komentar @reraykaa.

Beri Komentar