Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Goreng Ayam Dengan Kertas Cokelat
Dream - Menggoreng ayam tepung agar bentuknya rata dan garing hingga ke dalam memang dibutuhkan teknik khusus. Tak semua orang bisa menyajikan ayam goreng dengan kualitas istimewa itu.
Sebuah video beredar menampilkan seorang juru masak rumah makan menggoreng ayam menggunakan kertas cokelat atau populer disebut kertas nasi. Kertas tersebut biasanya memang sering digunakan untuk membungkus makanan.
Oleh si juru masak, olahan ayam yang sudah dicampur tepung dan bumbu dipipihkan di kertas. Kemudian adonan yang menempel di kertas dimasukkan seluruhnya ke dalam penggorengan yang berisi minyak panas.
Setelah adonan terlepas, kertas pun diangkat. Tak diketahui secara jelas lokasi rumah makan tersebut. Hal yang membuat khawatir adalah kertas cokelat yang digunakan
sebenarnya bukan termasuk jenis kertas food grade.
Seperti dikutip dari LIPI.go.id, kertas tersebut merupakan kertas daur ulang dari kardus-kardus bekas. Jenis kertas tersebut termasuk OCC (old corrugated containers) dengan ciri berwarna cokelat dan berbintik-bintik warna hitam, dan banyak digunakan sebagai kertas pembungkus makanan.
Dalam riset yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), jumlah bakteri yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum digunakan beratnya 70-100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta-150 juta bakteri yang terdapat di kertas tersebut.
Belum lagi lapisan plastik yang terdapat di bagian permukaan kertas. Plastik tersebut saat terkena minyak panas tentu akan meleleh dan memunculkan zat racun berbahaya. Zat tersebut kemudian mengontaminasi makanan dan jika dikonsumsi secara terus-menerus tentu akan sangat berbahaya bagi kesehatan.
© Dream
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol