Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Model Warnatasku (Dream/Amrikh Endah Palupi)
Dream - Mungkin nama brand Warnatasku masih asing di telinga para pecinta tas. Namun rupanya brand brand yang berdiri sejak tahun 2011 itu sudah tersebar luas di beberapa dunia.
" Sejak 2011 sudah kirim ke beberapa negara seperti, Saudia arabia, Singapura, Australia, Korea, Hongkong. Dan tahun lalu Papua Nugini," tutur pemilik brand Warnatasku, Yuda Pratomo saat ditemui saat konferensi pers IFW 2016, di JCC, Jakarta, Kamis 10 Maret 2016.
Menurut Yuda, Warnatasku sendiri memilik keunggulan dibandingkan brand tas lainnya yakni limited edition. Satu jenis menurut Yuda hanya diproduksi empat sampai enam tas, selain itu motifnya berbeda-beda.
" Karena kami menggunakan kain bahan yang tidak di produksi secara mahal. Paling banyak enam dan motifnya berbeda. Itu yang membuat salah satu keunikan," kata Yuda.
Sementara untuk sasaran, menurut Yuda sangat cocok untuk anak muda. Meski tidak menutup kemungkinan semua pecinta fashion bisa mengenakannya,
" Lebih memilih anak muda sasaran, kan orang tua sudah tahu desain, kualitas bahan sudah tahu. Berbeda anak muda sekarang, jarang sekali tas yang pakai desain etnic dan tenun. Padahal kualitas dan model, orang-orang barat lebih mencintai produk dan budaya kita," tandasnya.
Ditambahkan Evrina Ahmad, salah satu owner sekaligus istri Yuda Ahmad mengatakan, untuk desain bervariatif. Mulai dari tenun dan batik.
" Kami memakai tenun, batik, tulis, dan handmade. Mencoba membuat limited edition. Setiap dipakai hanya empat sampai enam," kata Evrina.
Sementara soal harga, tas tersebut dibandrol mulai dai Rp 1,2 juta. " Untuk harga Warnatasku membandrol sampai Rp 5 juta. Disesuaikan dengan batik tulis dan harga tenun," ucapnya.
Meski baru pertama kali mengikuti IFW 2016, tapi brand ini sudah mengikuti acara fashion show di Asian Word Expo 2015 di Hongkong.
Di Fashion show kali ini Warnatasku berkolaborasi dengan 12 desainer lokal. Seperti Erin Unggara, Melia Wijaya, Jenahara dan desainer lainnya. Serta menampilkan 48 tas dengan dominan warna coklat, gold, metalic dan putih. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya