7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Para ilmuwan di seluruh dunia masih terus mempelajari gejala virus Covid-19 ternyata Akhir-akhir ini, ada kasus di mana pasien mengalami gejala baru setelah terinfeksi virus corona. Laporan terbaru oleh National Institute of Health India menyebutkan bahwa sekitar setengah dari pasien mengalami gejala tersebut.
Salah satunya adalah mulut kering, juga dikenal sebagai Xerostomia, yang bisa menjadi gejala awal COVID 19. Pasien dapat mengalami kondisi ini bahkan beberapa hari sebelum demam, sakit tenggorokan, atau gejala lain yang diketahui atau terkait.
" Pada mulut kering, tubuh tidak mampu memproduksi air liur yang melindungi mulut dari bakteri jahat, patogen lain dan membantu proses pencernaan. Pasien mungkin merasakan kekeringan atau lengket di mulut dan air liur menjadi lebih kental. Sesuai penelitian, Xerostomia terjadi ketika virus menyerang lapisan mulut dan serat otot,” kata dr Samrat Shah, konsultan penyakit dalam di Rumah Sakit Bhatia, Mumbai.
Penyebab paling umum lainnya dari mulut kering termasuk obat-obatan, diabetes tipe 1, hipertiroidisme, penyakit autoimun, gagal ginjal, kekurangan vitamin, dan infeksi virus lainnya. Belakangan ini, ada sejumlah kasus mulut kering terkait COVID-19 yang menjadi perhatian para peneliti.
“ Penelitian telah menunjukkan bahwa selain organ umum, ACE2 atau enzim pengubah angiotensin 2 ada di berbagai jaringan mukosa mulut, jadi, rongga mulut dianggap sebagai jalur potensial masuknya virus Covid-19. ACE2 adalah protein yang menjadi pintu masuk bagi virus corona untuk masuk dan menginfeksi berbagai sel manusia,” kata Dr Shah.
Layaknya mulut kering, gejala lain yaitu lidah kering atau disebut 'Covid Tongue'. Ini ketika manifestasi tubuh gagal memproduksi air liur yang melindungi mulut dari bakteri jahat. Covid tongue sering kali disertai dengan perubahan sensasi lidah, serta nyeri otot saat mengunyah.
Pasien yang mengalami mulut kering atau lidah kering mungkin juga mengalami kesulitan untuk mengunyah makanan dan berbicara. Reseptor ACE2 sebagian besar diamati di lidah dan dasar mulut, di antara area lainnya.
Untuk saat ini, penting untuk diketahui bahwa COVID bukan sekadar infeksi saluran pernapasan. Selain paru-paru, penyakit ini juga mempengaruhi pembuluh darah dan organ tubuh lainnya, sehingga dapat bermanifestasi dalam gejala yang bahkan tidak diketahui oleh para ahli.
Sumber: IndianaExpress
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?