Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Sedang Memeriksa Aki Mobil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Aki atau baterai mobil menjadi salah satu bagian penting dari kendaraan bermotor. Komponen ini menjadi sumber utama untuk instrumen kelistrikan mobil dan motor.
Ragam merek dan jenis ditawarkan dengan pilihan harga yang relatif tak murah.
Maklum komponen ini cukup rumit dan vital. Harganya juga tidak sembarangan. Sayangnya, hal itu justru dimanfaatkan sebagian pihak untuk mengeruk keuntungan dengan menjual aki rekondisi.
“ Aki rekondisi itu, maksudnya, aki yang sudah uzur dan kemudian diperbaiki dan dijual kembali,” kata Corporate Public Officer PT Wacana Prima Sentosa (WPS), selaku agen pemegang merek Massiv Batteries, Satriawan Agung Prabowo, dikutip dari OTO.com, Minggu 13 Januari 2019.
Idelanya, ketika aki sudah tidak bisa digunakan oleh pemiliknya, harus dihancurkan. Kemampuan aki untuk menyimpan listrik memang sudah tidak prima.
Satriawan mengatakan harga aki baru senilai Rp500 ribu-Rp2 juta, bergantung tipe dan jenis. Kalau yang rekondisi, harganya bisa setengah dari harga aki baru.
“ Tak jarang pula yang menawarkan harga sedikit lebih murah karena fisik aki masih terlihat bagus,” kata dia.
Technical Operational Fast selaku distributor resmi aki Massiv, Muksin, mengatakan oknum merekondisi aki dengan mengganti elemen-elemen yang sudah payah, lalu mengisinya kembali.
“ Kadang ada yang cuma dibersihkan, lalu dijual lagi setengah harga,” kata dia.
Muksin mengatakan cara mengenalinya dari terminal dan fisik aki. Kutub atau terminal aki rekondisi umumnya sudah tergores karena pernah digunakan.
“ Badan aki juga terlihat gembung karena sudah terjadi proses kimiawi di dalamnya,” kata dia,
Badan tutup aki dan tubuhnya biasanya tak lagi rapat karena pernah dibuka. Variable lainnya adalah warna aki yang sudah kusam. Umumnya, aki seperti ini dijual di pinggir jalan via kios-kios kecil.
Apakah aki ini berbahaya? Tidak. Aki rekondisi tidak akan meledak atau bocor kalau tak rusak fisiknya. Kendaraan akan tetap nyala dengan aki rekondisi.
Tapi, aki tersebut hanya mampu bertahan minimal setahun dalam kondisi prima serta penyimpanannya lemah.
“ Kadang cuma beberapa bulan dan pemilik mobil harus beli lagi,” kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya