Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Foto: Hermes.com
Dream - Hermes merupkan brand fashion mewah asal Prancis yang identik dengan item mahal. Produknya yang sangat terkenal adalah tas berdesain khas, seri Birkin dan Kelly.
Hermes juga memiliki koleksi jepitan, scarf, sepatu, outer, hingga perabot rumah. Pernahkah membayangkan kalau brand fashion ini membuka pusat kebugaran? Hermes pada awal November lalu baru saja membuka Hermes Fit.
Merupakan sebuah pusat kebugaran berbentuk pop-up di kawasan Williamsburg di Brooklyn, Amerika Serikat. Diperuntukkan bagi mereka yang suka berolahrga dengan penuh gaya. Ada apa saja di dalamnya?
Menggabungkan antara art, fashion dan sport, Hermes Fit berisi produk Hermes yang bisa digunakan untuk olahraga. Terdapat ring tinju, gelang beban dan alat olahraga dengan sentuhan Hermes berwarna oranye.

Foto: Frank Oudeman
Banyak juga pilihan kelas kebugaran yang bisa dipilih sesuai keinginan. Para instruktur menggunakan outfit serba oranye yang merupakan warna khas Hermes. Untuk bisa ikut kelas harus mendaftar dulu di situs Hermes dan sayangnya untuk kelas hanya berlangsung hingga 7 November lalu.
Tenang, masih ada ruangan untuk berbelanja berbagai koleksi Hermes di pusat kebugaran ini. Untuk menghilangkan lelah, produk Hermes tampaknya jadi obat mujarab.
Laporan : Siti Sarah Al Hafizd/ Sumber: Vogue/ Harpers Bazaar
Dream - Label fesyen asal Prancis, Hermes, berencana membangun pertenakan buaya terbesar di Australia. Rencananya, Hermes akan bekerjasama dengan Mick Burns dan telah membeli bekas lahan pertaian hortikultura dekat wilayah Darwin, Australia.
Dikutip dari ABC Australia, buaya-buaya hasil ternak itu nantinya akan diambil kulitnya sebagai bahan baku utama pembuatan tas serta aksesoris lainnya.

PRI Farming, perusahaan di bawah naungan Hermes pun telah membeli lahan pertenakan itu seharga Rp74,9 miliar.
Lebih lanjut, menurut informasi lahan tersebut dapat menampung sekitar 50 ribu buaya. Selain dikuliti dan dijadikan produk fashion, daging buaya juga dijual sebagai bahan pangan.

Rencana Hermes membangun peternakan buaya terbesar di Australia mendapat protes keras dari para pencinta dan aktivis hewan.
Banyak pihak menyebut, Hermes dan IPR Farming melakukan tindaakan yang menjijikan dan tidak penting.
Tak sampai situ, banyak kritikus fesyen yang menilai langkah yang diambil Hermes dianggap sebagai keunduran dalam industri fashion.
Mengingat banyak brand fashion ternama, justru berlomba-lomba meminimalisi atau bahkan menghentikan pemakaian kulit dan bulu hewan sebagai bahan asli dalam produk fashion mereka.

Pembuatan pertenakan buaya ini kemungkinan didukung atas dasar larisnya produk tas andalan Hermes, seri Birkin, yang berbahan dasar kulit buaya.
Seperti yang diketahui, sebagain besar brand fesyen ternama seperti Hermes dan Louis Vuitton memilih kulit buaya air asin di Australia sebagai bahan baku produk mereka karena karakteristik kulitnya.
Menurut pakar peternak buaya Geoff McClure, ternak buaya air asin memiliki kepadatan sisik lebih banyak per unit di bagian perutnya. Seperti diketahui, kulit di perut buaya lah yang banyak diambil untuk diolah sebagai produk fashion.
Hingga tulisan ini dibuat, pihak Hermes atau IPR Farming belum mengeluarkan pernyataan terkait protes yang dilayangkan netizen dan aktivis.
Sumber: ABC Australia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang