Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Pria Ini Rela Lewati Perbatasan Negara Konflik Demi Bertemu Pacar, Endingnya Malah Putus (shutterstock)
Dream - Pegunungan dan pantai merupakan destinasi wisata yang umumnya disukai banyak orang. Namun, berbeda dengan pelancong satu ini, hobinya terlalu ekstrem untuk dilakukan.
Pria ini sangat tertarik mengunjungi negara-negara konflik yang berbahaya. Turis bernama Miles Routledge itu rupanya sudah cukup terkenal karena hobinya yang tidak biasa.
Aksinya yang paling terkenal adalah saat ia mengunjungi Afghanistan saat negara itu dalam serangan Taliban pada 2021.
Routledge memutuskan untuk pergi ke Afghanistan setelah Googling ‘kota paling berbahaya untuk dikunjungi’. Saat itu tindakannya dikecam banyak orang.

Kini, Routledge kembali menyita perhatian karena ceritanya yang melintasi perbatasan negara secara ilegal hanya untuk melihat pacarnya.
" Pacarku putus denganku, aku butuh beberapa hari guys," cuitnya di akun Twitter, dilansir Daily Star.
Pergelangan kaki Routledge bahkan patah saat melakukan perjalanan untuk melihat pacarnya, sebelum dia putus dengannya melalui telepon.

" Hal terburuk adalah dalam perjalanan 10 hari ini saya melintasi banyak perbatasan secara ilegal untuk melihatnya sehingga dia tidak perlu datang dan menemui saya. Pergelangan kaki saya patah saat melakukannya,” ujarnya.
Pelajar dari Birmingham, Inggris, yang terkenal di tahun 2021 ini sempat dievakuasi selama serangan Taliban dan jatuhnya Kabul, Afghanistan.
Routledge dicap egois setelah berhasil melarikan diri dari Afghanistan yang dilanda perang dalam penerbangan evakuasi ke Uni Emirat Arab.
" Tindakan egois, kursi pesawat Anda seharusnya diberikan kepada seorang penerjemah Afghanistan yang sekarang menghadapi kematian," bunyi posting salah satu pengguna Facebook menanggapi penyelamatan Routledge dari Afghanistan.

Dia juga melakukan perjalanan ke wilayah berbahaya lainnya termasuk Ukraina selama perang besar-besaran dan Kazakhstan.
" Saya merasa tidak terlalu aman. Rusia tidak memiliki toleransi dan sangat terlatih," ungkap Routledge
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa