6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Produk Inovatif (therichest.com)
Dream - Ada banyak hal luar biasa yang dibuat manusia di seluruh dunia. Mulai dari bangunan, karya seni, teknologi dan sebagainya. Namun sebagian besar karya spektakuler adalah hasil kreativitas profesional di bidang mekanik dan arsitektur.
Untuk menciptakan karya yang hebat pasti dibutuhkan material berkualitas yang mahal harganya. Namun tidak selamanya angapan ini berlaku. Barang rongsokan yang dianggap sebagai sampai bisa disulap menjadi barang yang sangat berguna.
Semuanya adalah hasil kreativitas orang-orang biasa yang menggunakan barang bekas untuk menciptakan proyek yang luar biasa.
Mengutip laman therichest, Selasa, 3 Februari 2015, berikut adalah 10 barang rongsokan yang disulap menjadi karya luar biasa:
© Dream
10. Listrik Tenaga Kincir Angin
William Kamkwamba adalah seorang warga Malawi, yang pada tahun 2009 membantu penduduk setempat untuk menghasilkan listrik mereka sendiri. Kamkwamba terpaksa berhenti sekolah (waktu itu usianya masih 14) karena keluarganya tidak mampu membayar biaya. Namun dia tidak menyerah. Kamkwamba melanjutkan pendidikan dengan membaca buku di perpustakaan kecil di desanya.
Akhirnya ia menemukan sebuah buku yang berisi informasi mengenai kincir angin yang bisa menghasilkan listrik dan berfungsi sebagai pompa air. Menggunakan barang bekas, Kamkwamba dibantu warga menciptakan kincir angin sederhana yang terbuat dari bilah kipas mesin traktor, shock absorber, pipa plastik dan beberapa bagian sepeda.
Rumah Kamkwamba pun akhirnya teraliri listrik. Ia mengembangkan kincir angin itu menjadi pemompa air. Kamkwamba kemudian membuat beberapa kincir angin lainnya sebagai sumber listrik bagi sebagian penduduk desanya. Hanya 2% dari populasi Malawi yang memiliki akses listrik.
© Dream
9. Rumah Mini
Derek Diedricksen awalnya iseng membuat rumah mini dan tempat berteduh pada tahun 2012. Rumah tersebut dibangun menggunakan bahan dan barang-barang bekas yang telah dibuang oleh pemiliknya. Sejak itu, Diedricksen dikenal sebagai pembuat rumah mini dengan harga sekitar US$200.
Meskipun dari barang bekas, tapi interior di dalamnya terlihat mewah. Barang-barang bekas yang dipakai termasuk kaca mesin cuci, potongan lemari, dan besi tua.
Kini Diedricksen sering dapat pesanan membuat rumah mini jika ada festival musik. Biasanya penonton festival mendirikan tenda beberapa hari sebelum konser dimulai, namun kini mereka bisa minta dibuatkan rumah mini yang lebih nyaman. Diedricksen bahkan kadang membuatkan rumah mini untuk para tunawisma.
© Dream
8. Mobil `Super`
Z59 adalah sebuah mobil yang dibuat seluruhnya dari bahan dan suku cadang bekas. Mobil yang terinspirasi supercar Ariel Atom tersebut butuh waktu 15 bulan dan pengerjaan sekitar 800 jam untuk menyelesaikannya.
Setiap bagian, mulai dari throttle hingga mesin, terbuat dari bahan bekas. Mesinnya diambil dari Acura RSX, beberapa bagian lainnya diambil dari peralatan dapur dan pipa besi bekas, serta potongan kayak tua. Menariknya, Z59 laik jalan seperti layaknya mobil pada umumnya. Dengan tenaga pacu sebesar 160 hp, Z59 mampu melaju dari 0-60 mph dalam waktu 4,5 detik.
© Dream
7. Katedral
Justo Gallego Martinez, juga dikenal sebagai Don Justo, mulai membangun sebuah katedral di Madrid, pada tahun 1961. Sejak saat itu, Don Justo berhasil menciptakan struktur yang sangat besar (hampir sendirian) yang mencakup perpustakaan, serambi, ruang bawah tanah dan beberapa kapel.
Pria 89 tahun itu bergantung pada bahan bangunan daur ulang, sumbangan dan batu bata yang tak terpakai. Namun katedral tersebut tidak pernah difungsikan karena Don Justo tidak pernah mengajukan izin membangun dan katedral terbuat dari material bekas. Selain itu, Don Justo sendiri juga bukan profesional di bidang arsitektur dan bangunan.
Hanya saja, pemerintah kota setempat tetap mengizinkan pembangunan katedral tetap dilanjutkan karena keunikannya berhasil menarik wisatawan.
© Dream
6. Kastil
Setelah Jim Bishop putus sekolah pada usia 15 tahun, ia mulai membangun kastil pribadi di Colorado. Selama 40 tahun terakhir, kastil itu telah bertambah luas dan Bishop terus menambah beberapa bagian sebagai cara bersantai dan menghilangkan stres.
Dibangun hampir seluruhnya oleh dirinya sendiri, kastil terdiri dari batu dari daerah sekitarnya dan barang bekas yang disumbangkan atau diperoleh dari berbagai lokasi.
Struktur itu sendiri memakan sejumlah besar ruang dan dilengkapi dengan menara yang mencapai ketinggian 250 meter. Tidak lupa, Bishop juga membangun jembatan yang menghubungkan bagian-bagian lain di kastil pribadinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
