Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (Antara/Joko Sulistyo)
Dream - Jasa pawang hujan ternyata bukan hanya ada di Indonesia. Di Perancis, sebuah perusahaan perjalanan wisata menawarkan jasa pawang hujan dengan biaya yang fantastis, 100 ribu pound sterling atau hampir Rp 2 miliar.
Bagi sebagian orang biaya tersebut dianggap kecil asalkan acara mereka bisa berlangsung dengan lancar.
Perusahaan bernama Oliver's Travel itu mengatakan mereka menjamin 100 persen bisa menghalau mendung yang menggantung di udara.
Tidak seperti di Indonesia yang menggunakan mantra-mantra, pawang hujan Perancis ini memiliki tim penyapu awan yang terdiri dari ahli meteorologi dan pilot.
Sekitar seminggu sebelum acara berlangsung, tim pembasmi mendung Oliver's Travel akan terbang di atas awan dan menyebarkan butiran partikel iodida.
Uap di awan akan membungkus dirinya di sekitar partikel iodida, berkondensasi menjadi air hingga akhirnya turun sebagai hujan.
" Kami sangat senang bisa memberikan layanan tak biasa dan unik kepada pelanggan yang ingin hari pernikahannya lancar," kata Oliver Bell, pemilik perusahaan.
Yang menarik, teknologi yang dipakai Oliver bukan sesuatu yang baru. Teknologi tersebut ternyata sudah ada sejak tahun 1940an dan pernah digunakan di beberapa even besar, seperti Olimpiade Beijing 2008, konser Paul McCartney dan pernikahan Pangeran William dengan Kate Middleton.
Jasa pawang hujan milik Oliver ini saat ini masih melayani udara Perancis dan mungkin akan diperluas ke Inggris jika sukses.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya