Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Jakarta dinobatkan sebagai kota paling tidak aman di dunia. Ibukota Indonesia ini berada di peringkat 50 atau posisi paling buncit dari penelitian yang dibuat Economist Inteligent Unit (UEI).
Posisi Jakarta ini kalah jauh dibandingkan Singapura yang merupakan kota teraman di dunia kedua, di bawah Tokyo.
Jakarta bahkan hanya terpaut satu tingkat dari ibukota Iran, Teheran, yang mencatat indeks 53,78.
Mengutip laporan EIU bertajuk The Safe Cities Index 2015, 50 kota-kota teraman di dunia ini disusun berdasarkan empat indikator utama. Keempat indikator itu adalah keamanan digital, jaminan kesehatan, infrastruktur, dan keamanan pribadi.
EIU memeringkat kota-kota besar di dunia ini berdasarkan perwakilan regional dan ketersediaan data.
Hasilnya, Jakarta menempati posisi ke-50 atau paling buncit dari daftar The Safe Cities Index 2015.
Untuk keamanan digital, Jakarta masih bisa bernapas lega karena berada di peringkat 48 dengan nilai indeks 48,48. Posisi ini lebih baik dari Istanbul dan Teheran.
Sementara untuk jaminan kesehatan, Jakarta mampu menempati possi lebih baik di peringkat 44 dunia mengalahkan Mumbai, Abu Dhabi, Istanbul, Teheran, Johannesberg, dan Ho Chi Minh City.
Di bidang infrastruktur, Jakarta menempati posisi 48 dunia dengan nilai indeks 54,02. Sedangkan indeks keamanan pribadi berada di peringkat 45, lebih baik dari Sao Paolo, Teheran, Beijing, bahkan Moskow.
Dalam pemeringkatan ini, Jakarta dimasukan dalam kategori kota dengan pendapatan per kapita rendah yaitu di bawah US$ 100 ribu. Jakarta bergabung bersama Delhi, Mumbai, dan Ho Chi Minh City.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya