Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penderita Methemoglobinemi (therichest.com)
Dream - Memiliki tubuh sempurna? Kita wajib bersyukur. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dengan kondisi tubuh tak sempurna. Baik karena penyakit yang dideritanya atau bawaan sejak mereka lahir.
Kondisi medis yang tak biasa itu menyebabkan para dokter dilanda kebingungan karena mereka juga tidak tahu bagaimana memperlakukannya. Para dokter juga mencoba mempelajari lebih lanjut tentang beberapa kondisi medis yang langka tersebut.
Berikut adalah beberapa kondisi medis sangat langka yang dialami beberapa orang di luar sana. Lihat halaman berikutnya: (Ism)
© Dream
Dream - Pada 1960-an ada sebuah keluarga di Kentucky yang dikenal sebagai " orang-orang biru" . Mereka sebagian besar berumur lebih dari 80 tahun dan tidak menderita kondisi medis yang serius. Hanya kulit mereka berwarna biru.
Berdasarkan diagnosa, mereka menderita gangguan darah langka yang disebut Methemoglobinemia. Gangguan medis tak mematikan ini menjadi penyebab menurunnya kadar oksigen dalam darah. Yang pada gilirannya menghasilkan warna biru, plum, atau hampir ungu pada kulit orang yang menderitanya.
Untungnya, penyebab dari penyakit keturunan ini baru-baru ini telah ditemukan. Dan setelah melalui pengobatan kulit mereka kembali normal.
Menurut Medlineplus.com, Methemoglobinemia diwariskan atau kadang-kadang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, baik itu bahan kimia atau makanan. Hal ini terjadi ketika ada masalah dengan enzim yang dikenal sebagai sitokrom reduktase b5. (Ism)
© Dream
Dream - Fibrodysplasia Ossificans Progressiva. Gangguan medis ini paling langka dan paling mengganggu kondisi genetik penderitanya, yang pernah ditemukan di dunia kedokteran.
Hal ini menyebabkan tulang membentuk dirinya dalam otot, tendon dan ligamen. Sehingga bagian-bagian tersebut akhirnya rusak. Intinya, bagian-bagian itu seperti membatu.
Sindrom ini mempengaruhi 1 dari 2 juta orang dan belum ditemukan pengobatan yang efektif.
Menurut Asosiasi Internasional Fibrodysplasia Ossificans Progressiva, terbentuknya jembatan tulang di sekitar persendian, pada akhirnya akan membatasi gerakan. Dan bahkan membentuk kerangka kedua yang memenjarakan tubuh dalam tulang.
Sayangnya, operasi untuk memperbaiki kondisi tersebut hanya akan menyebabkan pertumbuhan tulang tambahan. Mereka yang menderita gangguan ini sudah tidak bisa bergerak sama sekali. (Ism)
© Dream
Dream - Chiari malformation merupakan suatu kondisi medis yang langka di mana penderitanya tidak bisa tidur. Menurut laporan ABC News, seseorang yang mengidap Chiari malformation akan terbangun hampir 24 jam sehari.
Webmd.com mengatakan, sebagian besar Chiari malformation terjadi selama perkembangan janin. Diduga karena adanya mutasi genetik atau hilangnya nutrisi tertentu dari diet ibu selama hamil.
Menurut para ahli, kondisi ini menyebabkan otak berhimpitan dengan tulang belakang. Yang pada gilirannya menekan batang otak yang mengontrol tidur.
Dalam rangka untuk mengurangi tekanan pada batang otak, dokter melakukan operasi menghilangkan tulang di sekitar batang otak dan sumsum tulang belakang. Ini dilakukan agar tercipta ruang yang lebih luas. Jika sudah dioperasi, kemungkinan bisa tidur kembali adalah 50-50. (Ism)
© Dream
Dream - Restless Genital Syndrome. Kondisi ini memicu seorang wanita menerima rangsangan seksual secara terus-menerus. Sehingga wanita seperti Sarah Carmen dari Inggris harus orgasme lebih dari 200 kali dalam sehari.
Carmen merupakan salah satu wanita yang menderita Persistent Genital Arousal Syndrome (PGAS) atau lebih dikenal sebagai Restless Genital Syndrome.
PGAS meningkatkan aliran darah ke organ-organ seks seseorang sehingga mereka gampang terangsang secara spontan dan bersifat terus-menerus. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas penderitanya. Meski itu sederhana. Misalnya saat Carmen naik kereta api atau bahkan menggunakan kamar kecil.
Menurut psychologytoday.com, wanita dengan PGAS memiliki sindrom kaki gelisah lebih tinggi dan kandung kemih menjadi terlalu aktif. (Ism)
© Dream
Dream - Jika Anda melihat seseorang yang karena saking gembiranya, atau saking sedihnya dan kemudian pingsan, maka orang tersebut menderita Cataplexy.
Ini adalah kondisi medis langka yang berhubungan dengan emosi seseorang. Yang jika terlalu kuat maka akan melemaskan otot-otot dengan cepat dan orang tersebut bisa pingsan.
Kaget, gembira, sedih, marah, tertawa, menangis bahkan perasaan malu berlebihan bisa membuat orang pingsan.
Salah satu penderita sindrom ini adalah Kay Underwood dari Inggris. Dia didiagnosa mengidap cataplexy karena pingsan hingga 40 kali dalam sehari. Cataplexy ini belum ada obatnya dan penyebabnya beragam mulai dari terganggunya sistem kekebalan tubuh dan infeksi, hingga tidak seimbangnya senyawa kimia di otak. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya