Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah museum di Riyadh memiliki 30 ribu mata uang kuno yang berasal dari era pra-Islam. Koleksi itu termasuk uang kertas, koin dari batu, perak dan emas. Keberadaan uang antik ini tersimpan rapi di
Museum Dyar Al-Ezz di Al-Muzahmiyya, yang terletak 40 km sebelah barat dari Riyadh.
Tak hanya uang, museum itu juga menyimpan koleksi barang antik lainnya dalam jumlah yang besar, termasuk lebih dari 60.000 prangko.
Saeed Al-Ghamdi, kurator museum, mengatakan pihaknya berencana memperluas bangunan penuh barang-barang bersejarah ini. Perluasan dilakukan setelah keluar izin dari Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Purbakala (SCTA).
Mengutip laporan Arabnews, Rabu, 17 September 2014, museum seluas 460 meter persegi tersebut telah menerima delegasi dari beberapa negara dan berpartisipasi dalam berbagai acara dan festivalm yang diselenggarakan oleh kota Riyadh. Bulan lalu saja, lebih dari 350 ribu wisatawan telah berkunjung ke museum Dyar Al-Ezz.
Museum ini dibagi menjadi tiga ruang. Yang pertama, ruangan seluas 340 meter persegi, berisi uang dalam bentuk batu, emas, perak dan tembaga. Beberapa di antaranya adalah koleksi langka dan berasal dari era pra-Islam. Di dalam ruangan ini juga berisi mata uang Islam dari abad ke-14, di samping koleksi mata uang dari negara-negara Teluk dan dunia lain.
Ruang kedua bernama " The Good Old Days Simple," yang menempati ruangan seluas 70 meter persegi. Ruang ini berisi peralatan memasak, alat makan dan minum kuno. Juga ada tembikar, perhiasan yang terbuat dari kulit binatang, dan beberapa perangkat dan peralatan rumah kuno lainnya.
Dan ruang ketiga, seluas 50 meter persegi, berisi koleksi prangko dan publikasi tua. Koleksinya mencapai lebih dari 60000 prangko, dokumen, majalah dan foto langka.
SCTA berencana untuk mengembangkan museum menjadi salah satu lokasi wisata paling menonjol di Riyadh. SCTA telah mengembangkan beberapa museum swasta di negara itu untuk melestarikan warisan Kerajaan Arab Saudi. Baru-baru ini SCTA menyelenggarakan untuk pertama kalinya forum bagi pemilik museum pribadi. Forum tersebut merupakan hasil kerja sama dengan fakultas pariwisata dan barang antik di King Saud University.
Wilayah Riyadh kaya akan warisan budaya dan tempat-tempat bersejarah. Museum Dyar Al-Ezz di Al-Muzahmiyya dikembangkan dan dilengkapi dengan berbagai koleksi yang mewakili peradaban kuno dari Jazirah Arab. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya