Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

139.137 Orang Berstatus ODP Covid-19 Akan Dipantau Khusus

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 14 April 2020 17:30
139.137 Orang Berstatus ODP Covid-19 Akan Dipantau Khusus
Dia berharap masyarakat dapat memutus rantai penularan Covid-19.

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). Jumlahnya, tercatat mencapai 139.137 orang.

Yuri menyebut, kelompok inilah yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pasien positif Covid-19 yang bergejala ringan.

" Inilah yang menjadi perhatian besar karena tidak menutup kemungkinan masuk dalam pemantauan yang kondisi tidak sakit kondisi yang sakit ringan," kata Yuri, Selasa, 14 April 2020.

Menurut Yuri, ribuan orang yang masuk kelompok ODP tersebut bisa berpotensi menjadi sumber penularan apabila tidak segera dirawat dengan baik. " Apabila tidak segera melaksanakan isolasi diri, karantina diri dengan cara sebaik-baiknya," ucap dia.

Sementara itu, menurut catatannya, pasien dalam pemantauan (PDP) di seluruh Indonesia telah mencapai 10.482 orang. Dari jumlah tersebut, 4.839 orang dinyatakan positif Covid-19.

Hasil itu didapat setelah proses pengujian antigen berbasis realtime PCR di 32 laboratorium. Hingga saat ini, tim Kementerian Kesehatan telah  telah memeriksa sebanyak 33.678 spesimen.

" Ada 31.628 orang (spesimen diuji) dan hasil positif 4.839 orang, hasil negatif 26.789 orang," kata dia.

Dari data tersebut, Yuri menyarakan masyarakat di 10 wilayah, kota dan kabupaten yang sudah berstatus pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menaati aturan yang berlaku. Upaya ini semata-mata untuk memutus kemungkinan penularan Covid-19 dari orang per orang.

Yuri juga terus mengingatkan agar masayarakat untuk tinggal di rumah, menjaga jarak fisik saat berkomunikasi, dan menggunakan masker kala keluar dari rumah.

1 dari 5 halaman

Riset Terbaru: Virus Corona di RS Bisa Melayang di Udara Sejauh 4 Meter

Dream - Sebuah riset terbaru mendapat temuan mengejutkan tentang kemampuan virus corona melayang di udara. Dalam riset yang dimuat  jurnal Emerging Infectious Diseases diketahui virus penyebab Covid-19 ini bisa melayang hingga 4 meter dari seorang pasien yang terinfeksi.

Jarak terbang virus ini setara dengan dua kali lipat dari standar physical distance atau jaga jarak yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam artikel yang dimuat jurnal tersebut, tim peneliti asal China menemukan virus corona dalam sampel udara yang diambil di ruang perawatan pasien positif. Tetapi para ahli belum bisa memastikan virus tersebut dapat menular atau tidak.

Dikutip dari Straits Times. penelitian yang dijalankan tim Akademi Ilmu Kedokteran Militer Beijing yang mengambil sampel permukaan dan udara dari unit perawatan intensif bangsal Covid-19 di RS Houshenshan di Wuhan. RS Tersebut menampung 24 pasian pada 19 Februari hingga 2 Maret 2020.

Para peneliti mengungkapkan virus paling banyak mengendap di bagian lantai bangsal.

" Hal ini terjadi karena gravitasi dan aliran udara yang menyebabkan sebagian besar tetesan virus jatuh ke tanah," demikian isi riset tersebut.

Kontaminasi tingkat tinggi juga ditemukan pada beberapa benda yang sering disentuh. Seperti pada mouse komputer, trashcans, bed rails dan kenop pintu.

" Selain itu, setengah sampel lain yang terkontaminasi virus antara lain sol sepatu staf medis ICU. Maka dari itu sol sepatu staf medis kemungkinan besar sebagai carier (pembawa virus)," tulis tim tersebut.

2 dari 5 halaman

Ancaman Melalui Udara

Tim peneliti juga melakukan tes transmisi aerosol, di mana terdapat ancaman persebaran virus melalui udara. Hal ini juga masih dalam perdebatan ilmuwan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga meragukan virus ini dapat tersebar melalui aerosol.

Mereka menemukan penularan aerosol yang sarat virus sebagian besar terkonsentrasi di dekat hilir dari pasien berjarak 4 meter.

" Tindakan yang tepat dapat secara efektif mencegah persebaran virus," jelas penulis.

Para ilmuwan ini menawarkan saran yang bertentangan dengan ortodoksi. " Temuan kami menunjukan isolasi rumah bagi orang yang diduga Covid-19 mungkin bukan strategi yang tepat mengingat adanya tingkat kontaminasi pada lingkungan sekitar," jelas penulis.

WHO telah mengeluarkan beberapa himbauan untuk menekan persebaran. Juga mendesak masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika berbicara dengan orang lain.

3 dari 5 halaman

Apakah Virus Corona Dapat Bersarang di Sepatu Para Tenaga Medis?

Dream- Berada di garis terdepan untuk memerangi virus corona covid-19, para tenaga medis membutuhkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi kemungkinan terpaparan virus corona Covid-19 dari pasien yang dirawat.

Selain masker maupun baju Hazmat, para tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien pembawa virus corona juga disarankan menggunakan sepatu khusus.

Dalam studi terbaru yang diterbitkan di salah satu jurnal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), para peneliti menguji sampel udara dan permukaan di sebuah rumah sakit di Wuhan, Cina, tempat wabah coronavirus dimulai.

Penelitian itu menujukan bukti cukup mengejutkan tentang perilaku hidup virus corona.

4 dari 5 halaman

Cara Membersihkan Sepatu dari Virus Corona Covid-19

cuci sepatu

Tidak ada metode khusus untuk membersihkan sepatu untuk melindungi terhadap virus corona, tetapi seorang perawat menjadi viral di TikTok yang memperlihatkan rutinitas membersikan sepatu dengan disinfektannya, termasuk memasukkan sepatu dalam pemutih selama semalam.

Sepatu yang terbuat dari kain seperti jaring atau kanvas dapat dibersihkan di mesin cuci. Layanan Kesehatan Nasional Inggris merekomendasikan untuk mencuci kain pada suhu tinggi (140 ° F).

5 dari 5 halaman

Pakai Mesin Cuci Bisa Merusak Sepatu

Para pekerja medis itu juga rutin membersihkan alat kaki mereka dengan produk yang mengandung pemutih untuk meningkatkan hasil disinfektan. Mereka juga terbiasa menggunakan detergen yang telah diuji dan terbukti secara klinis untuk membunuh bakteri dan virus.

Pembersihan menggunakan mesin cuci tak dianjurkan karena dapat merusak sepatu yang terbuat dari kulit atau bahan buatan manusia lainnya. Sepatu yang terbuat dari bahan-bahan tersebut sangat dianjurkan dibersihkan menggunakan sabun tangan dan air.

Mencuci sepatu kulit dapat mengubah tekstur dan penampilannya. Untuk mendisinfeksi sepatu, kita harus membuat campuran alkohol dan air 70 persen, saran dari CDC Amerika Serikat.

Beri Komentar