17 Santri Penghafal Quran Indonesia Nyaris Dideportasi Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 2 November 2018 18:00
17 Santri Penghafal Quran Indonesia Nyaris Dideportasi Saudi
Petugas imigrasi sempat simpati pada 15 santri yatim yang ikut dalam rombongan.

Dream - Sebanyak 17 santri penghafal Alquran nyaris dideportasi saat menjalani umroh. Para santri itu tertahan di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, karena tanpa identitas keimigrasian.

Staf Teknis Haji II, Kantor Urusan Haji (KUH), Amin Handoyo, mengatakan, kejadian itu berawal dari tertinggalnya paspor para santri. Pembimbing dan para santri itu menempuh penerbangan Indonesia-Arab Saudi, dengan transit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah, 17 paspor mereka tertinggal di bandara Internasional Kuala Lumpur.

“ Kami langsung ke bandara dan bertemu dengan Wakil Manajer Imigrasi Bandara Jeddah. Dari 25 orang jemaah umrah 17 orang yang passpornya ketinggalan, padahal 15 di antaranya merupakan anak yatim yang usianya tujuh hingga delapan tahun," ujar Amin, dikutip dari haji.kemenag.go.id, Jumat 2 November 2018.

Kondisi ini membuat para santri dan pembimbingnya terancam dideportasi. Tetapi, para santri dan pembimbingnya dapat melanjutkan ibadah dengan bantuan Tim Divisi Umrah KUH Jeddah.

Para santri yang paspornya ketinggalan itu akhirnya diizinkan masuk Saudi dengan penjaminan dari pihak KJRI. “ Alhamdulillah mereka dapat beribadah dengan jaminan surat keterangan dari Konsulat Jenderal RI Jeddah. Tentu dokumen yang tertinggal harus segera kami serahkan,” ujar Amin.

Sementara itu, paspor yang tertinggal di Bandara Kuala Lumpur dititipkan oleh maskapai pengangkut jemaah umroh tersebut.

“ Beruntung mereka memiliki ID Card yang mencantumkan nama dan nomor paspor, sehingga pihak imigrasi bandara bisa memproses pencetakan visa dan pengambilan data biometrik,” kata Amin. 

Beri Komentar
Summer Style 2019