DVI: Hasil Tes DNA Korban Lion Air JT610 Mungkin Keluar Sabtu atau Minggu Ini

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 2 November 2018 14:30
DVI: Hasil Tes DNA Korban Lion Air JT610 Mungkin Keluar Sabtu atau Minggu Ini
Sebanyak 255 data forensi sudah masuk ke meja tim DVI RS Polri.

Dream - Pada hari keempat proses identifikasi, sebanyak 255 data forensik masuk ke meja tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebanyak 43 data forensik tambahan yang dikirim dari Pangkal Pinang tiba pada Kamis, 1 November 2018.

" Yang 212 kita dapat dari RS Polri ini," ujar Wakil Kepala RS Polri, Kombes Pol Haryanto, Jumat, 2 November 2018.

Haryanto menyebut, hingga semalam sebanyak 65 kantong jenazah diterima RS Polri. Sebanyak 9 kantong jenazah yang baru masuk terdiri dari bagian tubuh dan properti penumpang Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang, 29 Oktober 2018.

" Ada material properti, (tapi) karena properti ini hampir tak melekat sehingga tak ada nilai identifikasinya," kata dia.

Haryanto mengatakan, saat ini Tim DVI baru memeriksa 152 sampel DNA keluarga. Tim DVI membutuhkan 37 sampel DNA dari keluarga.

Sementara, untuk hasil tes DNA, Kepala Operasi Tim DVI, Kombes Pol Lisda Cancer belum dapat memastikan kapan hasil tes DNA keluar dari laboratorium.

" Sabtu atau Minggu hasil mungkin keluar dari lab," ujar Lisda.

Lisda menyebut hasil tes DNA ini akan menjadi sandaran penting tim DVI untuk mengidentifikasi identitas penumpang Lion Air JT610.

Saat ini proses identifikasi penumpang Lion Air JT610 baru membuahkan satu identitas. Seorang penumpang bernama Jannatun Cintya Dewi, asal Sidoarjo berhasil diidentifikasi.

1 dari 2 halaman

Pesawat Lion Air JT610 `Rental` dari Perusahaan China?

Dream – Boeing 737 Max 8 dan Lion Air menjadi perhatian publik pasca kecelakaan pesawat yang terjadi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Belum lama ini, pesawat bernomor pendaftaran PK-LQP dikabarkan milik perusahaan Tiongkok.

Dilansir dari Washington Post, Jumat 2 November 2018, media Tiongkok, China News Service, memberitakan pesawat Boeing 737 Max yang nahas itu adalah milik China Minsheng Investment Group Leasing Holdings Ltd (CMIG). Perusahaan ini menyewakan pesawat itu kepada Lion Air.

CNS menyebut CMIG Leasing sedih tentang berita kecelakaan, apalagi insiden ini berkaitan erat dengan Lion Air, Boeing, dan organisasi lainnya.

CMIG Leasing mengatakan rental pesawat dari pihak ketiga merupakan praktik umum bagi maskapai penerbangan untuk mendapatkan pesawat besar.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima Dream, pada 14 Agustus 2018, CMIG Aviation menerbangkan satu unit pesawat Boeing 737 Max 8 MSN 43000. Pesawat ini akan dipakai oleh Lion Air.

Hal ini juga diperjelas oleh keterangan tertulis yang diterima Dream. Pada 15 Agustus 2018, dikatakan bahwa CMIG Aviation Capital—grup CMIG Leasing. Pesawat ini menjadi bagian dari transaksi yang melibatkan banyak unit pesawat terbang.

Pesawat itu dipilih karena sesuai dengan pertumbuhan Lion Air Group dan menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

" Kami senang menyambut CMIG sebagai pembiaya (lessor) bagi Lion Air Group dan kami ingin memperluas serta memperkuat kerja sama bisnis ini. Sebagai operator penerbangan domestik terbesar di Indonesia, aspek keselamatan dan keandalan menjadi prioritas utama kami,” kata CEO Lion Air Group, Edward Sirait.

Sementara itu, Chief Executive Officer CMIG Aviation Capital, Peter Sixiang Gao, mendukung Lion dengan mengirim 737 Max 8. Selain pesawatnya andal dan hemat bahan bakar, MAX 8 ini dijuga disebut cocok untuk pertumbuhan bisnis Lion Air Group.

“ CMIG akan terus berinvestasi pada pesawat berteknologi baru dan membangun armada yang berusia lebih muda, lebih hemat energi,” kata Peter.

2 dari 2 halaman

Sehari Berikutnya Begini

Tanggal 15 Agustus 2018, muncul keterangan tertulis dari Lion Air. Dikatakan bahwa maskapai bergambar singa merah ini menerima pesawat terbaru Boeing, yaitu Boeing 737 Max 8. Dikatakan pula bahwa pesawat itu dikirim langsung dari Boeing Company, pabrikan yang berbasis di Amerika Serikat. 

Pesawat itu merupakan 737 Max 8 ke-10 dan bernomor registrasi PK-LQP (ya, pesawat yang sama dengan yang kecelakaan di Tanjung Karawang). Sekadar informasi, Lion juga memesan 218 unit Boeing MAX 8.

“ Pencapaian ini menjadikan Lion Air sebagai maskapai terbanyak yang mengoperasikan B38M (Boeing 737 MAX 8) di Asia Tenggara,” kata Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta.

Lantas, apakah benar pesawat yang disewa dari perusahaan Tiongkok ini adalah pesawat yang kecelakaan pada Senin 29 Oktober 2018? Pihak Lion Air belum memberikan respons atas telepon dan pesan tertulis yang diberikan oleh Dream. 

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie