Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bisnis surat utang Islami (sukuk) tengah menghadapi tantangan terberatnya. Tiga lembaga keuangan konvensional terbesar dunia tengah menguji daya tahan sukuk di industri keuangan dunia.
Di balik itu, penerbitan surat utang tiga bank konvensional ini bisa menjadi peluang pengembangan bisnis keuangan syariah.
Mengutip laporan thestar.com.my, Senin, 15 September 2014, tiga lembaga keuangan terbesar dunia yaitu Soceite Generale dari Perancis, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU), dan Goldman Sach tengah bersiap menerbitkan sukuk.
Ketiga lembaga ini berharap bisa meraup dana dari para pemodal syariah khususnya investor gemuk dari kawasan Timur Tengah.
Selama ini, ketiga lembaga keuangan ini senantiasa menjalankan bisnis yang bergantung pada sistem konvensional. Pembayaran bunga dan spekulasi keuangan jadi menu produk keuangan mereka.
Pengalaman penerbitan sukuk oleh Goldman Sach pada 2011 menjadi pelajaran berharga bagi bisnis keuangan syariah. Beberapa pihak menuding Goldman gagal mengikuti prinsip-prinsip syariah dalam produknya.
Namun jika ketiga bank ini meraih sukses besar dalam penerbitan sukuknya, bisnis keuangan syariah diyakini bakal semakin mendunia. Pasar syariah akan semakin meluas tak hanya di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
" Langkah ini akan membangun kredibilitas industri guna menarik investor baru," kata Global Head of Islamic Finance dari Moody's Investor Service's, Khalid Howladar.
Institusi keuangan utama menggambarkan volume penerbitan sukuk di pasar yang makin berkembang. " Mereka akan menumbuhkan likuditas dan partisipasi global," ujarnya.
Hingga saat ini, total penerbitan sukuk telah mencapai US$ 89,9 miliar yang berasal dari 475 penerbit di dunia. Volume ini meningkat dari US% 76,4 miliar dari 574 penerbit setahun sebelumnya.
Tercatat hanya sedikit korporasi dari negara non muslim yang menerbitkan sukuk, termasuk di dalamnya GE Capital dengan target dana US$ 500 juta pada 2009. Sukuk bertenor lima tahun ini diterbitkan untuk membiayai pembelian pesawat.
Perusahaan pialang Jepang, Nomura Holdings juga pernah menerbitkan sukuk bertenor 2 tahun senilai US$ 100 juta di Malaysia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya