Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus pemerkosaan sadis di India seakan tak ada habisnya. Sebuah insiden mengerikan terjadi Alwar, Rajasthan, utara India. Seorang perempuan berusia 20 tahun diperkosa sekelompok pria di depan suaminya selama 3 jam.
Kasus ini bermula saat perempuan itu mengendarai sepeda motor bersama sang suami 26 April 2019 lalu. Tiba-tiba mereka disergap oleh lima penyerang dan sang perempuan diseret oleh sekelompok pria tersebut.
Pemerkosaan terjadi. Para pelaku juga merekam serangan seksual, selama tiga jam. Suami wanita muda itu juga ditelanjangi dan dipaksa untuk menyaksikan istrinya diperkosa secara brutal.
Kelima pria itu semuanya telah ditangkap, orang keenam telah ditahan karena mengunggah rekaman yang memuakkan itu ke media sosial. Berbicara dengan The Times of India, wanita itu menyerukan agar para pria itu dieksekusi.
" Saya ingin semua pria yang memperkosa, merekam bahkan ketika saya memohon kepada mereka agar tak melakukan perbuatan bejat itu, harus digantung. Jika ada hukuman yang lebih buruk dari itu maka itu harus diberikan kepada lima orang ini," ujar wanita tersebut.
Korban, dari komunitas Dalit India, awalnya diam tentang serangan seksual itu karena takut orangtuanya tahu. Tetapi ketika rekaman serangan itu muncul di media sosial, dia dan suaminya memutuskan melapor ke polisi.
Ketika mereka melaporkan kejahatan yang memuakkan itu kepada polisi, mereka diberitahu bahwa kasus itu tidak dapat ditangani karena sedang ada masalah terkait pemilihan umum India.

Perkosaan itu kemudian dilaporkan ke inspektur jenderal polisi Range Jaipur S Sengathir yang bersikeras mengatakan bahwa pihak berwenang belum mencoba untuk menekan kasus tersebut.
" Sekarang, saya tidak takut pada siapa pun. Kami akan melanjutkan perjuangan. Hanya membuat mereka ditangkap bukanlah tujuan akhir, tetapi untuk melihat mereka dihukum mati," ujar suami perempuan tersebt.
India, yang memiliki populasi lebih dari satu miliar orang, terus memerangi epidemi pemerkosaan terhadap wanita dan gadis muda.
Laporan Tanti Yulianingsih/ Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya