Korban Meninggal Gempa Banten Jadi 4 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 3 Agustus 2019 17:19
Korban Meninggal Gempa Banten Jadi 4 Orang
Satu pondok pesantren mengalami rusak ringan.

Dream - Empat orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,9 magnitudo yang terjadi pada Jumat, 2 Agustus 2019, pukul 19.03 WIB.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wiwoho, mengatakan, dua orang meninggal dilaporkan berada di Kabupaten Lebak. Korban, Rasinah (48 tahun), meninggal karena serangan jantung. Korban lain, Salam (95 tahun), meninggal akibat kelelahan ketika dievakuasi.

Sementara itu, korban meninggal di Kabupaten Sukabumi atas nama H. Ajay (58 tahun) dari Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok. Satu lainnya, Ruyani (35 tahun) berasal dari Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.

" Selain korban meninggal, gempa berdampak pada empat orang luka-luka dengan rincian satu di Kabupaten Sukabumi, dan tiga lainnya di Kabupaten Pandeglang," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Agus mencatat, mencatat total rumah rusak berjumlah 223 unit dengan rincian 13 rusak berat (RB), 32 rusak sedang (RS), dan sisanya rusak ringan (RR).

Kerusakan rumah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 13 unit rusak berat, 30 rusak sedang, dan 62 rusak ringan. Kerusakan tersebut tersebar di kabupaten atau kota, diantaranya, Kota Bogor (1 unit RR), Kabupaten Cianjur (6 RB, 2 RS, 13 RR), Kabupaten Sukabumi (6 RB, 22 RS, 43 RR), Kabupaten Bandung (2 RS), Kabupaten Bandung Barat (1 RB, 1 RS, 4 RR) dan Kabupaten Garut (3 RS, 1 RR).

 

1 dari 5 halaman

Satu Ponpes Alami Kerusakan

Sedangkan kerusakan di Provinsi Banten, rumah rusak tersebar di Kabupaten Lebak (4 RB, 29 RR), Kabupaten Pandeglang (81 RR), Kabupaten Serang (1 RS, 3 RR) dan Kota Cilegon (3 RR).

" Total kerusakan rumah di provinsi ini yaitu 2 RS dan 116 RR," ucap dia.

Sementara itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti tempat ibadah, kantor dan fasilitas pendidikan. Kerusakan di Kabupaten Pandeglang mencakup 1 masjid rusak ringan dan 1 kantor desa rusak ringan, Kabupaten Cilegon 1 masjid rusak ringan, Kabupaten Sukabumi 1 masjid rusak ringan, 1 majelis Ta’lim dan 1 pondok pesantren rusak ringan.

" Kerusakan fasilitas lain terdapat di Serang yaitu 1 pondok pesantren ringan, dan 1 bangunan tempat penggilingan padi rusak ringan," kata dia.

Pascagempa, BNPB segera mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak seperti Lampung Selatan, Pandeglang, Serang, Lebak, dan Sukabumi. TRC membantu pemerintah daerah untuk melakukan kaji cepat dan pendampingan terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Saat ini BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, TNI, Polri dan relawan bersinergi di lapangan untuk penanganan darurat bencana.

2 dari 5 halaman

Viral Eyang Ibung Saat Gempa Banten, BNPB: Jangan Percaya Ramalan

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tak mempercayai informasi tentang gempa dari sumber yang tidak resmi.

" Banyak informasi yang beredar di media sosial, seperti ramalan gempa dan sebagainya. Sampai saat ini, belum ada ilmu pengetahuan maupun alat yang dapat memperkirakan kapan terjadinya gempa," tulis akun Twitter @BNPB_Indonesia, Sabtu 3 Agustus 2019.

Ilmu pengetahuan, tulis BNPB, baru dapat memperkirakan lokasi pusat gempa dan potensi kekuatannya.

" Pastikan sumber informasi dari sumber resmi pemerintah. Tentang kegempaan dan potensi tsunami dari BMKG, gunung api dari PVMBG-Badan Geologi, dan penanggulangan bencana dari BNPB/BPBD," kata BNPB.

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan unggahan sosok bernama Eyang Ibung. Dia membuat status di Facebook yang memprediksi terjadinya gempa Banten.

3 dari 5 halaman

Netizen Heboh Eyang Ibung, Bisa Ramal Gempa Banten 4 Jam Sebelum Kejadian

Dream - Warganet sedang ramai membicarakan sosok Eyang Ibung. Sosok pengguna Facebook tersebut mengunggah ajakan untuk sholat Ashar.

" Yuk kita sholat Ashar, sebentar lagi ada gempa!" tulis Eyang Ibung, Jumat, 2 Agustus 2019.

Unggahan itu dibuat pukul 15.33 WIB. Sekitar tiga setengah jam sebelum gempa terjadi.

4 dari 5 halaman

Tetap Waspada

Pukul 19.31 dia menulis mengenai kemampuannya yang tak boleh dipuji. " Jangan terlalu memuji Eyang Ibung!"

Sekira satu jam kemudian, Eyang Ibung kembali membuat unggahan. Unggahan tersebut berisi perkiraan gempa yang akan kembali terjadi pada pukul 12.00.

5 dari 5 halaman

Saat Diteliti Lagi...

Eyang Ibung bahkan sempat mengunggah `ramalan` ancaman gempa bumi mulai Jumat hingga malam minggu di wilayah Sukabumi, Jawa Tengah, dan Sebagian Sumater pada pukul 13.06.

Tapi, jika diteliti, `ramalan-ramalan` yang disampaikan Eyang Ibung baru muncul sekitar Juli 2019. Sebelumnya, dia hanya kerap mengunggah tautan berita mengenai gempa.

Eyang Ibung mengklaim tinggal di Cikarang, Jawa Barat. Dia menyantumkan sejumlah tempat bekerja di Facebook miliknya.

" Apakah status itu editan? " Saya juga tidak tahu, tapi itu selalu muncul di beranda saya. Begitu juga dengan sebelum-sebelumnya," ujar Dwi Yumi, warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang merupakan salah satu teman Eyang Ibung kepada Dream.

Setelah viral, akun Facebook Eyang Ibung terhapus.

Meski banyak orang yang punya kemampuan dan firasat semacam ini, peristiwa gempa dan tsunami tetap menjadi rahasia alam. Terus pantau perkembangan informasi kebencanaan melalui akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie