Saudi Bakal Relokasi Hotel di Kawasan Masjid Nabawi

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 29 Mei 2018 13:03
Saudi Bakal Relokasi Hotel di Kawasan Masjid Nabawi
Tahun ini, jemaah haji Indonesia menginap di hotel-hotel Markaziyah, paling dekat dengan Masjid Nabawi.

Dream - Pemerintah Arab Saudi berencana merelokasi hotel-hotel yang berdiri di kawasan terdekat Masjid Nabawi di Madinah dalam empat tahun mendatang. Kawasan itu disebut juga dengan Markaziyah.

Hal itu dibenarkan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Indonesia, Sri Ilham Lubis.

" Belum, belum, masih empat tahun yang akan datang," ujar Sri di Asrama Haji Pondok Gede, Senin, 28 Mei 2018 kemarin.

Meski begitu, relokasi itu tampaknya sudah dimulai. Menurut Sri, saat ini sudah tidak terlihat adanya aktivitas pembangunan hotel di Markaziyah.

" Dari perencanaannya mereka tak lagi mengembangkan hotel-hotel lagi sekitar Markaziyah," ujar dia.

Tetapi, kata Sri Ilham, masih diperlukan informasi terbaru terkait rencana tersebut. " Saat ini, belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai itu," ucap dia.

Denah kawasan Markaziyah Masjid Nabawi© kemenag.go.id

Denah kawasan Markaziyah di sekitar Masjid Nabawi (Dream.co.id/Maulana Kautsar)

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar Ali, menyebut seluruh jemaah haji Indonesia akan ditempatkan di wilayah Markaziyah.

" Untuk tahun 2018 ini, seluruh jamaah haji menginap di dalam Markaziyah," ujar Nizar Ali, sehari lalu.

Nizar mengatakan selama ini ada jemaah asal Indonesia yang terpaksa ditempatkan di luar wilayah Markaziyah. Kondisi ini karena Kemenag kalah cepat memesan hotel di wilayah Markaziyah.

" Karena kita selama ini harus menunggu anggaran dulu," kata Nizar.

Agar kondisi semacam itu tak terulang, tahun ini Kemenag membuat terobosan dengan sistem pemesanan hotel di Markaziyah.

" Tahun ini kita buat terobosan. Kita pesan dulu, uangnya belakangan. Yang penting dapat dulu di Markaziyah," kata Nizar.

Dalam catatan Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), terdapat 112 hotel di Markaziyah yang disewa. Sebanyak 32 hotel dengan kapasitas 28.022 orang telah disewa dengan sistem semusim penuh (full time).

Sementara itu, sebanyak 80 hotel dengan kapasitas 98.838 telah disewa dengan sistem blok (blocking time). Kemenag mengklaim sistem pemesanan baru ini menghemat anggaran sebesar Rp25,25 miliar. (ism)

Beri Komentar