Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku belum menerima hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan yang menyebut 41 masjid di kantor pemerintahan dan BUMN telah dimasuki paham radikal.
" Sampai dengan detik ini, MUI belum menerima hasil penelitian tersebut, sehingga kami belum bisa banyak memberikan opini terkait dengan temuan tersebut," ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 10 Juli 2018.
Meski demikian, dia meminta kepada kementerian, lembaga pemerintah, dan BUMN, serius mengawasi temuan ini. Dia juga meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) waspada agar paham radikal tak masuk melalui masjid.
Atas temuan ini, MUI menyerukan kepada semua pihak, khususnya khatib, untuk menjaga kesucian masjid sebagai tempat beribadah. MUI juga berharap para khatib dapat memberikan cemarah yang membuat masyarakat lebih bisa meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Selain itu, masjid juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kasih sayang toleransi, akhlak mulia dan cinta tanah air. Bukan untuk menebarkan permusuhan, ujaran kebencian, fitnah, dan propaganda paham keagamaan.
Zainut berharap masyarakat selalu waspada kepada pihak-pihak tertentu yang menyebarkan pajak radikalisme dan ekstremisme sehingga berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
" Radikalisme dan ekstrimisme bisa diartikan sebagai paham atau aliran agama yang menginginkan perubahan baik sosial maupun politik secara cepat dan ekstrim dengan cara kekerasan," ucap dia.
Dia menuturkan, radikalisme kerap ditujukan kepada kelompok yang agama yang menyukai kekerasan. Tujuan dari gerakan itu tak lain memunculkan gesekan dan konflik horizontal di masyarakat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun