Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Rusaknya hubungan rumah tangga tidak hanya datang dari kedua pasangan yang menjalani. Terkadang, mertua yang terlalu ikut campur dapat membuat rumah tangga anaknya berantakan.
Berikut lima tindakan mertua yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam rumah tangga anaknya
1. Membanding-bandingkan
Kalau hanya sekadar cerita mungkin biasa aja, tapi kalau sudah disertai dengan sikap membandingkan siapa pun pasti enggan.
" Coba deh kayak kakakmu itu, usahanya lancar terus. Lha kamu gonta-ganti usaha mulu gak berhasil," ucapan ketika ketemu salah satu anak.
Sebenarnya maksud orangtua atau mertua untuk memotivasi. Tapi, terkadang ucapan yang muncul justru memunculkan kesalahpahaman dan merendahkan hati.
2. Menjelek-jelekkan
Sikap kedua ini juga tak etis. Sikap menjelek-jelekan menantu di depan kerabat dapat berpotensi buruk.
Menantu akan diremehkan dan dirundung oleh saudara-saudaranya.
" Ya Allah, si A itu ya sensitif banget. Pantesan susah dapat jodoh. Mbok ya yang seperti kamu gitu kuat mental," ucapan ketika bersama B.
3. Hanya Menyayangi yang Berhasil
Keberhasilan tidak bisa diukur mutlak hanya dengan uang. Ada yang secara finansial biasa saja, tapi hidup aman dan nyaman serta bermanfaat.
Saat menjadi mertua sebaiknya peka dan tidak hanya memberi perhatian kepada anak yang nampak berhasil secara finansial.
4. Memaksa harus seragam
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Sehingga, ada berbagai macam pekerjaan yang dijalani.
" Pokoknya berhasil itu kalau masuk kedokteran. Titik!"
" Pokoknya kamu harus jadi PNS seperti kakakmu!"
Bijak, enggak?
5. Meremehkan Ilmu Agama
Agama menuntun manusia agar terhindar dari permasalahan. Tetapi, agama kerap dikesampingkan.
Bahkan ada anggapan, beberapa lulusan pondok pesantren tidak tepat untuk dijadikan menantu.
" Anak pondok itu kuper."
Sumber: Ummi-online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya