Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Achmad Yurianto (Liputan6)
Dream - Meningkatnya kasus penyebaran virus Corona di Indonesia semakin mencemaskan seiring tes pemeriksaan yang terus bertambah. Dalam sebulan terakhir, masyarakat bahkan beberapa kali disajikan data penambahan kasus baru Covid-19 di atas 1000 orang dalam kurun waktu sehari.
Jumlah kasus harian yang sama kembali tercatat dalam laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Selasa, 23 Juni 2020.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, kasus baru pada Selasa 23 Juni 2020 pukul 12.00 WIB tercatat 1.051 kasus baru. Sebanyak lima provinsi di Indonesia melaporkan kenaikan kasus tertinggi dibandingkan daerah lain di Tanah Air.
" Kalau kita melihat sebaran dari kasus positif yang didapatkan hari ini ada lima provinsi yang melaporkan kasus yang cukup signifikan," kata Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta
Kelima propinsi yang melaporkan kasus pasien baru Covid-19 tertinggi itu adalah:
- Jawa Timur 258 kasus baru dan 60 orang sembuh
- DKI Jakarta 160 kasus baru dan 100 sembuh
- Sulawesi Selatan 154 kasus baru dan 42 sembuh
- Sumatera Utara 117 kasus dan 3 sembuh
- Papua 55 kasus baru dan tidak ada laporan sembuh
Dari laporan yang masuk ke Gugus Tugas hingga siang kemarin, jumlah akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 47.896 kasus. Dengan penambahan 506 orang sembuh, totalnya pasien yang sudah bebas dari virus Corona menjadi 19.241 orang bebas dari COVID-19.
Jumlah orang yang meninggal karena COVID-19 bertambah 35 dalam 24 jam terakhir, sehingga akumulasinya menjadi 2.535 orang.
Dream - Pemeriksaan terhadap spesimen Covid-19 kembali mendekati target 20 ribu. Dalam 24 jam terakhir, sudah ada 17.908 yang sudah selesai diperiksa.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Sehingga, akumulasi pemeriksaan sudah dilakukan pada 666.219 spesimen.
" Dari pemeriksaan ini kita dapatkan kasus positif sebanyak 1.051 orang sehingga akumulasinya menjadi 47.896 orang," kata dia.
Jumlah kasus sembuh juga terus menunjukkan peningkatan. Pada kasus sembuh harian, jumlahnya berada di kisaran 500 hingga 600.
" Akumulasi sembuh hari ini ada 506 orang sehingga totalnya menjadi 19.241 orang," kata Yurianto.
Sedangkan kasus meninggal hari ini sebanyak 35 orang. Dengan demikian, akumulasi angka kematian mencapai 2.535 orang.
Yurianto mengatakan sebaran kasus tertinggi terdapat di lima provinsi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Papua. Jatim hari melaporkan ada 258 kasus baru dengan 60 orang pasien dinyatakan sembuh.
DKI Jakarta mencatat 161 kasus baru dan 100 orang sembuh. Kemudian Sulsel dengan 154 kasus baru dan 42 sembuh.
Selanjutnya ada Sumut dengan 117 kasus baru dan 3 sembuh. Lalu ada Papua dengan 55 kasus baru namun tidak melaporkan adanya pasien sembuh.
Sementara provinsi yang melaporkan angka kesembuhan lebih banyak daripada kasus baru seperti Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Banten, Sumatera Barat, Jambi, Maluku, Kalimantan Utara, dan Bangka Belitung.
" Jateng melaporkan kasus baru 45 orang dan sembuh 50 orang," kata Yurianto.
Kemudian Kalsel ada 27 kasus baru dengan 28 sembuh, Sumsel 16 kasus baru dan 47 sembuh, Banten 9 kasus baru 13 sembuh.
" Kemudian Sumbar 5 kasus baru 20 sembuh, Jambi 2 kasus baru dengan 20 sembuh. Maluku 1 kasus baru 4 sembuh. Kaltara tidak ada penambahan kasus namun melaporkan 10 kasus sembuh, Babel juga demikian," ucap Yurianto.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya