Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pemeriksaan Covid-19 Di Korea Selatan (Shutterstock.com)
Dream - Otoritas Kesehatan Korea Selatan untuk pertama kalinya secara resmi menyatakan Negeri Ginseng itu tengah berjuang melawan gelombang kedua Covid-19.
Upaya penanganan akan difokuskan pada populasi di ibu kota, seiring meningkatnya kasus positif akibat liburan pada Mei lalu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) sebelumnya mengatakan gelombang pertama Covid-19 belum benar-benar berakhir.
Tetapi pada Senin, Direktur KCDC Jeong Eun-kyeong, menyatakan sangat jelas liburan akhir pekan di awal Mei menjadi penanda dimulainya gelombang baru infeksi yang berfokus di wilayah Seoul lebih luas, yang sebelumnya tercatat hanya ada beberapa kasus.
" Di kawasan metropolitan, kami yakin di sanalah gelombang pertama terjadi dari Maret ke April, demikian juga dari Februari ke Maret," kata Jeong.
" Lalu kami mendapati gelombang kedua dipicu oleh liburan bulan Mei sudah terjadi," kata dia melanjutkan.
Akhir Februari, Korsel melaporkan kenaikan kasus sangat tinggi. Rata-rata per hari mencapai lebih dari 900 kasus, menjadikan negara itu sebagai area terjangkit terluas pertama di luar China.
Pelacakan kontak secara intensif dan kampanye tes bisa mengurangi angka satu digit di akhir April..
Tetapi hanya beberapa saat usai negara itu mengumumkan untuk melonggarkan aturan jaga jarak di awal Mei, kasus baru bermunculan.
Kebanyakan terjadi pada kelompok muda akibat mengunjungi klub malam dan bar di Seoul sepanjang liburan akhir pekan.
" Kami awalnya memperkirakan gelombang kedua muncul saat musim gugur atau musim dingin. Perkiraan kami ternyata salah. Selama orang masih punya kontak dekat dengan orang lain, kami yakin infeksi akan berlanjut," kata Jeong.
Pada Minggu tengah malam, Korsel melaporkan 17 kasus baru infeksi Covid-19. Ini pertama kalinya terjadi di hampir sebulan di mana kasus baru turun hingga di bawah 20.
Angka tersebut merupakan penurunan dari dua hari sebelumnya sebanyak 48 dan 67 kasus baru. Sedangkan total kasus Covid-19 di Korsel menapai 12.438 kasus, dengan angka kematian sebesar 280 orang.
Jeong pun menyerukan agar masyarakat terus waspada. Mereka baru boleh melepas masker dalam keadaan tertentu di cuaca panas selama dalam jarak 2 meter dari orang lain.
Sumber: Straits Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya