Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Acara TV Korea, Let Me In, Mengubah Gadis Jelek Jadi Seperti Artis K-Pop. (Foto: Facebook)
Dream - Tidak ada negara yang bisa mengalahkan budaya operasi plastik di Korea Selatan. Tidak mengherankan jika acara-acara makeover ekstrem dengan operasi plastik sangat populer di negara tersebut.
Salah satunya yang paling populer di Negara Ginseng itu adalah acara reality show Let Me In. Melalui program tersebut, para wanita miskin dan dikucilkan karena penampilannya bisa berubah drastis melalui operasi plastik.
Disebut berubah secara drastis karena operasi plastik yang dijalani peserta Let Me In benar-benar ekstrem. Mereka tidak sekadar membentuk kembali bentuk hidung, dagu, atau bibir.

Operasi plastik yang dilakukan sampai mengubah struktur tulang dan juga beberapa bagian wajah, seperti mata dan mulut. Hasilnya, wajah para peserta berubah total hingga tidak dikenali lagi.
Meskipun menimbulkan banyak kritik karena dianggap mengagungkan operasi plastik sebagai langkah untuk mengubah penampilan, Let Me In tetap saja menjadi salah satu acara TV paling sukses di Korea Selatan.
Korea Selatan memang berada di peringkat pertama untuk prosedur operasi plastik per kapita terbanyak di dunia.

Operasi plastik merupakan salah satu industri besar di negara itu. Ibukota Korea Selatan, Seoul, bahkan memiliki sektor khusus di mana terdapat ratusan klinik untuk melakukan bedah plastik.
Orang Korea Selatan terkenal karena obsesi mereka terhadap ketampanan dan kecantikan. Bahkan anak-anak usia sekolah menengah menjalani operasi seperti blepharoplasty (operasi kelopak mata ganda) dan rhinoplasty (operasi hidung) sebagai hadiah kelulusan sekolah.

Musim pertama Let Me In ditayangkan pada tahun 2010, dan dengan cepat menjadi acara paling fenomenal di Korea Selatan. Jutaan orang selalu menunggu untuk melihat transformasi mengejutkan pada pesertanya.
Memang, sebagian wanita yang menjalani operasi plastik dan tampil di acara itu tampak tidak dapat dikenali lagi. Mereka terlihat lebih cantik, lebih putih, dan lebih langsing.
Namun, ada beberapa aspek dari pertunjukan tersebut membuat sebagian orang merasa mengganggu. Misalnya, produser Let Me In dituduh telah menghina wanita dengan penampilan biasa.

Menurut sang produser, penampilan yang tidak terlihat seperti selebriti adalah satu-satunya penyebab kurangnya kepercayaan diri para wanita.
Pada saat yang sama, operasi plastik dipromosikan sebagai satu-satunya cara untuk membantu meningkatkan harga diri para peserta di acara tersebut.
" Let Me In gagal mengungkapkan aspek negatif dari operasi kosmetik. Mereka mempromosikan fantasi bahwa hidup Anda bisa jauh lebih baik dengan operasi plastik," tulis kelompok pembela hak sipil Korea Womenlink dalam sebuah pernyataan.

Menurut Womenlink, para peserta mendapat panggilan yang tidak pantas saat mengikuti acara. Beberapa peserta dipanggil dengan sebutan Gadis Frankenstein, Wanita yang Tidak Bisa Tertawa, Ibu Berdada Rata, dan sebagainya.
" Parahnya lagi, orang tua yang hadir di panggung harus meminta maaf karena melahirkan anak dengan penampilan fisik yang tidak sempurna," tulis Womenlink.
(Sah, Sumber: OddityCentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya